Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Areal Pertanian Rusak, Warga Aceh Minta Bantuan Perbaikan Lahan Supaya Bisa Kembali Bertani

Zulkifli Hasan menyambangi Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Erik S
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Areal Pertanian Rusak, Warga Aceh Minta Bantuan Perbaikan Lahan Supaya Bisa Kembali Bertani
Tribunnews.com/HO
KERUSAKAN INFRASTRUKTUR - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyambangi Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk melihat langsung dampak kerusakan infrastruktur pertanian akibat bencana, Selasa (16/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Lahan pertanian warga porak poranda akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
  • Masyarakat juga meminta perhatian pemerintah agar melakukan rehabilitasi lahan persawahan yang rusak agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal pascabencana.
  • Data sementara mencatat lebih dari 2.000 hektare lahan persawahan di dua wilayah tersebut mengalami kerusakan parah.

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Lahan pertanian warga porak poranda akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Bencana alam tersebut terjadi pada November 2025 itu.

Areal persawahan petani telah sejajar dengan jalan yang tertimbun tanah lumpur padat. 

Para petani menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan bantuan tunjangan hidup sementara bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diusulkan dapat diberikan sekurang-kurangnya selama enam bulan, sembari menunggu pemulihan kondisi pertanian.

Masyarakat juga meminta perhatian pemerintah agar melakukan rehabilitasi lahan persawahan yang rusak agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal pascabencana.

Harapan tersebut disampaikan warga ketika berdialog dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Aceh.

Baca juga: Bantu Petani Terdampak Banjir Bandang di Sumatera, Sarana dan Prasarana Pertanian Mulai Dikirim

Zulkifli Hasan menyambangi Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.

Rekomendasi Untuk Anda

“Lahan kami tidak bisa ditanami karena tertutup lumpur. Kami berharap ada bantuan tunjangan hidup dan perbaikan lahan supaya bisa kembali bertani,” ujar seorang petani saat berdialog dengan Zulhas.

Data sementara mencatat lebih dari 2.000 hektare lahan persawahan di dua wilayah tersebut mengalami kerusakan parah.

Selain meninjau area persawahan, Zulkifli Hasan juga mengecek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dialihfungsikan menjadi dapur umum darurat bagi warga terdampak bencana.

Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni SPPG Geulanggang Baro di Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas menekankan agar SPPG tetap menyediakan kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi bagi masyarakat terdampak, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

Rusak Sumber Ekonomi

Warga mengaku kini dalam keadaan sulit akibat persawahan petani telah sejajar dengan jalan yang tertimbun tanah lumpur padat. 

"Lahan pertanian kami telah tertimbun tanah lumpur. Kita sulit membersihkan, sebab ketinggian lumpur hampir 1 meter," kata Keuchik Beringin, Kecamatan Meurah Dua, Muhammad Isa, kepada Serambinews.com, Minggu (14/12/2025). 

Ia menyebutkan, lahan pertanian yang tertimbun lumpur di Gampong Beringin seluas 32 hektare. 

Saat ini, sawah yang tertimbun lumpur telah sejajar dengan jalan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas