147 Ribu Rumah Warga di Aceh, Sumut, Sumbar Rusak Akibat Banjir dan Tanah Longsor
Lebih dari 147.000 rumah warga di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Tiara Shelavie
Menurutnya, pemerintah akan membangun hunian-hunian sementara dan hunian-hunian tetap bagi para korban bencana di Sumatra.
"Kita sudah merencanakan segera akan kita bentuk, apakah kita namakan Badan atau Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Segera kita akan bangun hunian-hunian sementara dan hunian-hunian tetap, bahkan mungkin, saya dapat laporan dari Menteri Perumahan, mungkin mulai hari Minggu ini kita sudah mulai membangun 2.000 rumah," ujar Prabowo.
Kepala Negara menyebut, rumah yang akan dibangun kemungkinan adalah hunian tetap.
"Kemungkinan rumah ini bisa langsung jadi rumah tetap ya. Jadi nanti semua unsur akan bekerja sama," tuturnya.
Terkait lahan untuk membangun hunian, Prabowo menyebut bisa menggunakan tanah milik negara.
"Jangan ada alasan cari lahan dan sebagainya, pakai lahan milik negara yang ada," jelasnya.
Bahkan jika perlu, pembangunan hunian tersebut dapat menggunakan lahan yang dikonsesi.
"Kalau perlu PTPN, kalau perlu konsesi-konsesi hutan itu kita pakai semua. Jadi, sekarang ini saatnya terus kita bekerja sangat keras," ucapnya.
Update Korban Terdampak Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra
BNPB menyatakan total korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar per Selasa (16/12/2025) mencapai 1.053 jiwa.
"Rinciannya Provinsi Aceh 449 jiwa, Provinsi Sumatra Utara 360 jiwa, dan Provinsi Sumatra Barat itu 244 jiwa meninggal dunia," papar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB.
Sementara untuk korban hilang masih ada 200 orang, dengan rincian di Aceh 21 orang, di Sumut 79 orang, dan di Sumbar 90 orang.
Kemudian, jumlah pengungsi ada sebanyak 606.040 orang. Terbanyak di Aceh, yakni ada 571.201 orang, disusul Sumut sebanyak 21.579 orang, dan Sumbar 13.260 orang.
Sebagai catatan, jumlah korban tewas dapat berubah seiring proses pencarian yang dilakukan petugas dan masyarakat.
Pemerintah saat ini masih berupaya melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak serta menyalurkan bantuan ke masyarakat terdampak.
(Tribunnews.com/Gilang, Deni, Rifqah)
Baca tanpa iklan