Bendera Putih Berkibar di Depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Peduli Bencana Sumatera demo kibarkan bendera putih di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (18/12/2025)
Penulis:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Massa dari Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Peduli Bencana Sumatera melakukan aksi demo dengan pengibaran bendera putih di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (18/12/2025).
- Aksi pengibaran bendera putih itu dilakukan buntut kekecewaan terhadap penanganan bencana ekologis yang melanda Aceh.
- Mereka menilai penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor Aceh perlu penanganan cepat dan segera.
TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Gelombang aksi demo menuntut pemerintah pusat menetapkan bencana banjir bandang di Aceh dan Sumatra sebagai bencana nasional terus bermunculan di Aceh.
Pertama demo dari Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GARAB) pada Selasa (16/12/2025) di Kecamatan Madat.
Kedua puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil bersama mahasiswa menggelar aksi damai di depan Gedung DPRA, Banda Aceh, Selasa (16/12/2025). Tuntutannya masih sama mendesak status darurat bencana nasional.
Kali ini massa dari Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Peduli Bencana Sumatera melakukan aksi demonstrasi dan pengibaran bendera putih.
Aksi ini digelar di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (18/12/2025).
Aksi Pengibaran Bendera Putih dan Status Darurat Bencana Nasional
Aksi pengibaran bendera putih dilakukan buntut dari kekecewaan terhadap penanganan bencana ekologis yang melanda Aceh.
Puluhan bendera putih berkibar di bawah rintik hujan di depan masjid yang menjadi ikon Provinsi Aceh tersebut.
Meski hujan turun, hal itu tak menyurutkan para peserta aksi untuk melontarkan ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah.
Baca juga: Warga Aceh Mulai Demo! Long March Desak Status Bencana Nasional
Mereka meluapkan kekecewaan kepada negara yang dinilai gagal dalam menanggulangi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga saat ini, total sudah 1.059 orang meninggal dunia, 7.000 orang luka-luka, dan 197 orang dinyatakan hilang.
Dari segi kerusakan, sebanyak 147.256 rumah rusak, 967 fasilitas pendidikan, 1.600 fasilitas umum, dan lainnya mengalami kerusakan.
Mereka menilai penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh perlu dilakukan secara cepat dan segera.
Dalam aksi tersebut terdapat sejumlah spanduk yang bertuliskan agar Pemerintah Pusat “Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional” atas bencana ekologis yang melanda Aceh.
Baca tanpa iklan