Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok 2 Oknum Polisi Terduga Pembunuh Mahasiswi ULM dan UMM, Motifnya Cinta Segitiga

Dua mahasiswi ULM dan UMM tewas, pelaku oknum polisi. Motif cinta segitiga dan harta diduga jadi pemicu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Sosok 2 Oknum Polisi Terduga Pembunuh Mahasiswi ULM dan UMM, Motifnya Cinta Segitiga
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
ILUSTRASI OKNUM POLISI - Kasus pembunuhan mahasiswi ULM dan UMM menggemparkan publik. Dua oknum polisi ditetapkan tersangka dengan motif asmara dan harta. 

"Kami akan tindak tegas pelaku secara transparan sesuai arahan Bapak Kapolda, baik proses pidana umum maupun kode etik Polri," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Kalsel Kombes Hery Purnomo mengatakan, selain proses pidana, tersangka akan menjalani sidang kode etik yang dijadwalkan pada Senin (29/12/2025) pekan depan.

Menurut penjelasannya, perbuatan yang telah dilakukan tersangka merupakan pelanggaran berat.

"Ini merupakan suatu pelanggaran berat, sehingga Propam bisa mengambil langkah-langkah pelaksanaan, prosesnya ini secara cepat, walaupun dalam proses pidananya masih berjalan," tegasnya, Jumat, dikutip dari video KompasTV.

Ia menambahkan, sidang etik Bripda Muhammad Seili akan digelar secara terbuka.

Baca juga: Susno Duadji Respons Penyelidikan Pembunuhan Anak Politisi PKS yang Terkendala CCTV: Masih Ada DNA

Motif Pembunuhan Mahasiswi ULM

Bripda M Seili membunuh ZD karena motif cinta segitiga.

“Tersangka sudah sidang pernikahan dengan calon istrinya (rencana menikah pada 26 Januari 2026). Sedangkan korban adalah teman calon istrinya,” kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Adam Erwindi Jumat (26/12).

Rekomendasi Untuk Anda

Adam menjelaskan, pelaku panik dan emosi setelah korban menyampaikan akan mengungkap perbuatan pelaku kepada calon istrinya. 

“Dari hasil pemeriksaan, keduanya sempat melakukan hubungan badan. Saat itu korban menyampaikan niat memberitahu calon istri pelaku, sehingga pelaku merasa tertekan dan panik sampai nekat mencekik korban,” katanya.

Adam Erwindi, menjelaskan peristiwa bermula saat pelaku dan korban bertemu Selasa (23/12) pukul 20.00 Wita di perempatan Malimali, Banjar. 

“Korban menggunakan sepeda motor, sementara pelaku menggunakan mobil,” katanya.

Setelah bertemu, sepeda motor korban diparkir di minimarket tak jauh dari lokasi pertemuan.

Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan mobil milik pelaku ke wisata Bukit Batu, sekira pukul 21.00 Wita. 

Pada pukul 23.00 Wita keduanya beranjak dari Bukit Batu, menuju Landasan Ulin Banjarbaru. 

Di sana pelaku mampir ke rumah kakaknya. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas