Sosok 2 Oknum Polisi Terduga Pembunuh Mahasiswi ULM dan UMM, Motifnya Cinta Segitiga
Dua mahasiswi ULM dan UMM tewas, pelaku oknum polisi. Motif cinta segitiga dan harta diduga jadi pemicu.
Editor:
Glery Lazuardi
"Kami akan tindak tegas pelaku secara transparan sesuai arahan Bapak Kapolda, baik proses pidana umum maupun kode etik Polri," tegasnya.
Sementara itu, Kabid Propam Polda Kalsel Kombes Hery Purnomo mengatakan, selain proses pidana, tersangka akan menjalani sidang kode etik yang dijadwalkan pada Senin (29/12/2025) pekan depan.
Menurut penjelasannya, perbuatan yang telah dilakukan tersangka merupakan pelanggaran berat.
"Ini merupakan suatu pelanggaran berat, sehingga Propam bisa mengambil langkah-langkah pelaksanaan, prosesnya ini secara cepat, walaupun dalam proses pidananya masih berjalan," tegasnya, Jumat, dikutip dari video KompasTV.
Ia menambahkan, sidang etik Bripda Muhammad Seili akan digelar secara terbuka.
Baca juga: Susno Duadji Respons Penyelidikan Pembunuhan Anak Politisi PKS yang Terkendala CCTV: Masih Ada DNA
Motif Pembunuhan Mahasiswi ULM
Bripda M Seili membunuh ZD karena motif cinta segitiga.
“Tersangka sudah sidang pernikahan dengan calon istrinya (rencana menikah pada 26 Januari 2026). Sedangkan korban adalah teman calon istrinya,” kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Adam Erwindi Jumat (26/12).
Adam menjelaskan, pelaku panik dan emosi setelah korban menyampaikan akan mengungkap perbuatan pelaku kepada calon istrinya.
“Dari hasil pemeriksaan, keduanya sempat melakukan hubungan badan. Saat itu korban menyampaikan niat memberitahu calon istri pelaku, sehingga pelaku merasa tertekan dan panik sampai nekat mencekik korban,” katanya.
Adam Erwindi, menjelaskan peristiwa bermula saat pelaku dan korban bertemu Selasa (23/12) pukul 20.00 Wita di perempatan Malimali, Banjar.
“Korban menggunakan sepeda motor, sementara pelaku menggunakan mobil,” katanya.
Setelah bertemu, sepeda motor korban diparkir di minimarket tak jauh dari lokasi pertemuan.
Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan mobil milik pelaku ke wisata Bukit Batu, sekira pukul 21.00 Wita.
Pada pukul 23.00 Wita keduanya beranjak dari Bukit Batu, menuju Landasan Ulin Banjarbaru.
Di sana pelaku mampir ke rumah kakaknya.
Baca tanpa iklan