Sosok 2 Oknum Polisi Terduga Pembunuh Mahasiswi ULM dan UMM, Motifnya Cinta Segitiga
Dua mahasiswi ULM dan UMM tewas, pelaku oknum polisi. Motif cinta segitiga dan harta diduga jadi pemicu.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Tragedi pembunuhan dua mahasiswi ULM dan UMM membuka tabir kelam keterlibatan oknum polisi dalam kasus kriminal serius.
- Motif asmara dan perebutan harta disebut sebagai pemicu, menambah sorotan publik terhadap integritas aparat.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus pembunuhan dua mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur menggemparkan publik.
Sosok pelaku ternyata dua oknum polisi, dengan motif yang diduga berawal dari cinta segitiga hingga berujung tragedi berdarah.
Baca juga: Sadisnya Pembunuhan Mama Muda oleh Prada Y: Dibunuh saat Hamil, Ada Luka Bakar, Jasad Dimakan Biawak
Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM
Faradila Amalia Najwa (21), seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ditemukan tewas di sungai Jalan Raya Purwosari-Pasuruan, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12) pagi pukul 06.30 WIB.
Jasad Faradila Amalia Najwa pertama kali ditemukan warga yang hendak memanen jagung di sawah yang ada di sekitar lokasi. Temuan jenazah ini kemudian dilaporkan ke Polsek Wonorejo. Setelah serangkaian penyelidikan, 2 tersangka telah ditetapkan dan diamankan.
Bripka Agus Sulaiman yang merupakan kakak ipar korban menjadi tersangka utama. Anggota Provost Polsek Krucil, Polres Probolinggo itu diduga dibantu oleh tersangka kedua bernama Suyitno saat melakukan pembunuhan terhadap Faradila.
Sosok Pelaku Pembunuhan Mahasiswi UMM
Bripka Agus Sulaiman adalah seorang anggota kepolisian.
Dia bertugas di divisi Propam Polsek Krucil, Probolinggo. Sebagai seorang anggota divisi propam dia bertugas
Divisi Propam Polri bertugas menjaga disiplin, etika, dan pengamanan internal di tubuh Polri. Mereka berperan sebagai pengawas perilaku anggota, penegak kode etik profesi, serta pelindung institusi dari ancaman internal maupun eksternal.
Baca juga: Susno Duadji Nilai Ada Kejanggalan di Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS,Singgung Pembantu & Satpam
Motif Pembunuhan Mahasiswi UMM
Motif pembunuhan ini diduga terkait persoalan harta dan asmara.
Sepupu korban, Agus Subianto, mengungkapkan bahwa sejak awal pernikahan, pelaku diduga memiliki niat untuk menguasai harta benda keluarga korban, terutama milik mertuanya.
“Orang tua korban dikenal orang kaya di desa, yang mana memiliki toko sembako, toko bahan bangunan, usaha travel, hingga lahan pertanian,” ujar Agus, Rabu (17/12/2025).
Selain dugaan motif harta, Agus juga menuturkan adanya kedekatan tidak wajar antara pelaku dan korban saat berada di luar rumah.
Hal ini menguatkan dugaan adanya motif asmara atau cinta segitiga dalam kasus tersebut.
Sementara itu, Samsul, sopir pribadi korban, mengaku melihat tanda-tanda kekerasan pada tubuh Faradila saat berada di kamar jenazah RS Bhayangkara Sidoarjo.
“Saya melihat sendiri ada bekas cekikan dan lebam di tubuh korban,” ungkapnya.
Baca tanpa iklan