Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepak Sayap 25 Tahun, Saat Manuk De Britto 2000 Kembali Pulang ke Kandang

Gelak tawa pecah saat ratusan alumni SMA Kolese de Britto dari berbagai penjuru tanah air berkumpul kembali di "kandang" mereka

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Kepak Sayap 25 Tahun, Saat Manuk De Britto 2000 Kembali Pulang ke Kandang
Tribunnews.com
Gelak tawa pecah dan pelukan hangat saling bertukar saat ratusan alumni SMA Kolese de Britto dari berbagai penjuru tanah air berkumpul kembali di "kandang" mereka. Pada 27 Desember 2025, sekolah khusus putra legendaris di Yogyakarta ini merayakan reuni tahunan ikonik: Manuk Pulang Kandang (MPK) 2025. 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA – Halaman SMA Kolese de Britto kembali berdenyut. 

Gelak tawa pecah dan pelukan hangat saling bertukar saat ratusan alumni dari berbagai penjuru tanah air berkumpul kembali di "kandang" mereka. 

Pada 27 Desember 2025, sekolah khusus putra legendaris di Yogyakarta ini merayakan reuni tahunan ikonik: Manuk Pulang Kandang (MPK) 2025.

Tahun ini terasa jauh lebih emosional. 

Mengusung tema "Guyub Rukun Seduluran Saklawase", perhelatan ini menjadi panggung bagi Angkatan 2000 sebagai tuan rumah (host) untuk merayakan kelulusan perak mereka—25 tahun sejak mereka pertama kali melangkah keluar dari gerbang sekolah tersebut.

Berbeda dari edisi sebelumnya, MPK 2025 tampil dengan konsep visual segar layaknya sebuah olimpiade. 

Simbol "Manuk Geni" diperkenalkan sebagai representasi individu bebas yang selalu memiliki kerinduan untuk kembali ke almamater.

Rekomendasi Untuk Anda

Kehadiran maskot bernama “Gagah si Manuk Gagak Geni” menambah kemeriahan acara. 

Sosok ini bukan sekadar hiasan; Gagah melambangkan nilai-nilai inti De Britto: kecerdasan, ketangguhan dalam beradaptasi, kepemimpinan, dan kesetiaan tanpa batas dalam persahabatan.

Salah satu momen paling berkesan dalam MPK 2025 adalah peluncuran buku kolaboratif berjudul “Manuk Pada Mulang - Mengajar Merupakan Cara Terbaik Belajar”. 

Buku ini menghimpun tulisan para alumni lintas generasi yang memilih jalan hidup sebagai pendidik, mulai dari jenjang TK hingga SMA.

Baca juga: Pendaftaran Tamtama PK TNI AU Gelombang I 2026 Dibuka, Lulusan SMA/SMK Sederajat Bisa Daftar

Guru legendaris SMA De Britto, J. Sumardianta, memberikan catatan tajam dalam pengantarnya. 

Ia menyebut para alumni penulis ini sebagai "rara avis in terris" atau burung paling aneh di dunia karena memilih profesi guru sebagai jalan terhormat.

“Mereka tidak sekadar out of the box atau thinking new box, melainkan next box. Cara berpikir, bersikap, dan bertindak mereka benar-benar berbeda dari guru pada umumnya,” tulis Pak Sumar dengan bangga.

Perayaan Iman dan Dampak Nyata

Rangkaian acara diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Rektor SMA Kolese De Britto, Romo Agustinus Sugiyo Pitoyo, SJ., Ph.D. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas