Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis Terulang, 2 Kali Terjadi di Kampus yang Sama

Isu perundungan di kampus Unsri Palembang, Sumatera Selatan pernah terjadi pada April 2025 lalu. Dokter konsulen tendang alat vital dokter PPDS

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis Terulang, 2 Kali Terjadi di Kampus yang Sama
KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG
KAMPUS UNSRI PALEMBANG- Suasana kampus Unsri Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Isu perundungan di kampus Unsri Palembang, Sumatera Selatan pernah terjadi pada April 2025 lalu. Dokter konsulen tendang alat vital dokter PPDS 

Ringkasan Berita:
  • Dugaan perundungan kembali mencuat di PPDS Unsri, dengan mahasiswa junior diduga menjadi korban bullying dan pemerasan oleh senior.
  • Kasus serupa pernah terjadi April 2025, melibatkan dokter konsulen anestesiologi di RSMH Palembang yang melakukan kekerasan fisik terhadap peserta PPDS.
  • Hasil investigasi menyebut 6–7 dokter PPDS dan perawat pernah mengalami perundungan; pelaku dinonaktifkan sejak 22 April 2025.

TRIBUNNEWS.COM - Perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) jadi sorotan publik.

Seorang mahasiswa junior diduga jadi korban bullying hingga pemerasan oleh seniornya.

Aksi perundungan ini ternyata bukan yang pertama kali terjadi di Unsri.

Pada April 2025 lalu, seorang dokter konsulen di RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menendang alat vital dokter PPDS Unsri.

Dokter konsulen merupakan dokter spesialis senior yang memberikan konsultasi, supervisi, dan pengambilan keputusan medis.

Di rumah sakit, dokter konsulen juga sering menjadi pembimbing dokter PPDS (residen).

Rekomendasi Untuk Anda

Mengutip TribunSumsel.com, aksi kekerasan dokter konsulen Anestesiologi tersebut dilakukan oleh Ys kepada S, mahasiswa PPDS Unsri.

Dirut RSMH, Siti Khalimah pun mengatakan bahwa YS merupakan pembimbing dari S.

"Insiden kekerasan fisik di ruang ICU ini dilakukan Konsulen berinisial dr Ys diduga melakukan kekerasan terhadap seorang peserta PPDS dengan menendang ke arah selangkangan," ujar Siti Khalimah, Rabu (23/4/2025).

Setelah ditelusuri, ternyata tak hanya satu orang saja yang jadi korban.

Kepala Satuan Pengawas Internal RSMH, Wijaya menuturkan, aksi perundungan yang dilakukan oleh Ys meliputi verbal, non-verbal, dan fisik.

Baca juga: 5 Fakta Konsulen Killer Tendang Alat Vital Dokter PPDS Unsri Palembang, Banyak yang Takut Bertemu

Dari hasil investigasi, ada enam hingga tujuh dokter PPDS dan perawat yang pernah menerima perundungan.

"Dokter Ys ini sering marah-marah,"

"Tapi dengan kejadian ini akhirnya ada yang buka suara 6-7 orang," ujarnya.

Menurutnya, banyak korban yang enggan buka suara sehingga ia kesulitan untuk menggali informasi.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas