Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Basarnas Kirim Tim, Bandara Sultan Hasanuddin Buka Crisis Center
Buntut kabar hilang kontaknya Pesawat ATR Indonesia Air di Maros, Basarnas menerjunkan tim pencari. Bandara Sultan Hasanuddinmembuka Crisis Center.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Endah menyebut Crisis Center ini dibuka sebagai bagian langkah koordinasi lintas instansi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya
Koordinasi ini dinilai penting untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Sebagai informasi, saat ini upaya pencarian Pesawat ATR Indonesia Air juga diarahkan melalui wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, dengan posko Basarnas ditempatkan di dekat lokasi.
Pencarian lanjutan, kata Endah akan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara dan Basarnas.
“Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas,” imbuh Endah.
Baca juga: Pesawat ATR 400 Milik IAT Hilang Kontak di Leang Leang Maros Sulsel, Basarnas Terjunkan 25 Personel
Waktu hilangnya pesawat
Data dari situs monitoring penerbangan Flightradar24.com, pesawat ini terbang dari Jogja pada pukul 08.08 WIB.
Data dari situs Flightaware.com, pesawat terakhir terlihat pada pukul 12.22 Wita.
Pesawat ini pada hari Jumat (16/1/2026) kemarin, terbang dari Bandung, Jawa Barat melalui Bandara Internasional Husein Sastranegara ke Semarang, Jawa Tengah melalui Bandara Internasional Ahmad Yani dan selanjutnya, ke Jogja.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Sanusi/Falza Fuadina)(Kompas.com/Isna Rifka Sri Rahayu)
Baca berita lainnya terkait Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh.
Baca tanpa iklan