Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hebatnya Wayang Orang Sriwedari Lestarikan Tradisi: Rias Mandiri, Perankan Lakon Berbeda Tiap Hari

Kehebatan Wayang Orang Sriwedari Solo lestarikan tradisi dengan serba mandiri. Tak terbebani meski merias sendiri dan pelajari peran tiap hari.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Isti Prasetya
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Hebatnya Wayang Orang Sriwedari Lestarikan Tradisi: Rias Mandiri, Perankan Lakon Berbeda Tiap Hari
Tribunnews.com/Isti Prasetya
PENGARAHAN - Dua pemain wayang orang (kiri) yang sedang menghampiri sutradara Andica Very (kanan) untuk memastikan alur cerita yang akan dilakukan masing-masing di ruang sutradara Gedung Wayang Orang Sriwedari Solo pada Senin (19/1/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Pemain Wayang Orang Sriwedari membuktikan keahliannya tak sekedar di atas panggung, sebab di belakang layar mereka bekerja mandiri dari merias hingga pelajari peran yang berbeda setiap hari.
  • Sutradara pun berperan penting untuk menjaga alur tetap orisinil tetapi membebaskan pemain dalam segi dialog dan improvisasi
  • Wayang Orang Sriwedari masih terbukti diminati masyarakat dan terus memberikan kemudahan bagi pengunjung dengan menyediakan QRIS hingga tersedia vending machine kopi dan cemilan.

TRIBUNNEWS.COM - Kursi penonton Gedung Wayang Orang Sriwedari Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin (19/1/2026) terlihat tak begitu ramai.

Malam itu panggung Wayang Orang Sriwedari membawakan lakon berjudul Erangbaya yang menceritakan penyamaran Srikandi menjadi raja yang perkasa bernama Prabu Erangbaya di negara Parangkencana.

Tiga puluh menit berlalu, pemain wanita yang sudah siap tampil dengan setelan kostum dan riasan Dewi Kunti, Rukayah (40) menghampiri sutradara yang bertugas, Andica Very.

Tanpa basa-basi, Andica langsung menyampaikan alur secara garis besar yang dilakukan Dewi Kunti kepada Rukayah.

Rukayah pun menyimak dengan seksama seolah hanya untuk mengembalikan ingatan tentang alur cerita seperti yang disampaikan sang sutradara.

Di ruang sutradara, hanya terlihat beberapa lembar naskah cerita di meja.

Rekomendasi Untuk Anda

Jadwal lakon selama sebulan pun sudah tertempel rapi cermin ruangan sutradara.

Meski berbeda cerita setiap harinya, Andica mengaku tak terbebani dengan hal tersebut.

Malah dia merasa kemajuan zaman sudah membantunya mempercepat proses pembagian pemain.

"Kalau zaman dulu pemberian judul ini dilakukan jam 5, sistemnya masih ditulis pakai kapur. Nantinya sutradara akan melihat siapa saja yang hadir melalui presensi manual. Lalu setengah jam sebelum pentas baru dibagi para pemainnya berperan sebagai apa saja," terang Andica ketika ditemui Tribunnews.com pada Senin (19/1/2026).

Pria lulusan Seni Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu melanjutkan, dengan kemudahan teknologi, penjudulan lakon dan pembagian peran sudah dilakukan secara digital.

Jangka waktu penentuan lakon pun dibuat lebih lama untuk persiapan bagi para pemain wayang orang.

"Perkembangan waktu, sekarang kan (pemain regenerasi) jadi muda-muda, sekarang h-1 sudah kita share alur dan lakonnya," sambungnya.

Baca juga: Akui Tertarik karena Viral, Winona Malah Asyik Berkomedi Bareng Pemain Wayang Orang Sriwedari Solo

Andica pun menjelaskan para pemain wayang orang sudah sangat terlatih sehingga urusan dialog, tata panggung, hingga koreografi dibebaskan kepada para pemain wayang orang.

Meski bebas improvisasi, pemain wayang orang tetap mengikuti pakem dan tidak boleh melenceng dari inti alur cerita yang sedang dibawakan.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas