Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mengenal Bajaj Maxride, Pertama Mengaspal di Makassar, Terganjal Regulasi di Solo

Bajaj Maxride merupakan layanan transportasi roda tiga modern yang beroperasi di beberapa kota di Indonesia. Namun, kehadirannya dilarang di Solo.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mengenal Bajaj Maxride, Pertama Mengaspal di Makassar, Terganjal Regulasi di Solo
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
BAJAJ MAXRIDE - Para pengemudi ojek online (ojol) roda dua menggelar aksi di Balai Kota Solo, Kamis (22/1/2016) menuntut sanksi tegas agar Bajaj Maxride tidak beroperasi lagi. Ketua Umum Garda Soloraya Ramadhan Bambang Wijanarko mengeluhkan pendapatan para pengemudi ojek online (ojol) roda dua menurun drastis semenjak Bajaj Maxride beroperasi di Kota Solo. 

Sementara itu dari segi layanan meliputi

  • Pemesanan Kendaraan: pemesanan perjalanan roda tiga yang nyaman melalui aplikasi.
  • Layanan Sewa: unit sewa yang dikelola untuk pengemudi guna meningkatkan ketersediaan layanan.

Melansir Kompas.com, City Manager Maxride dan Maxauto, Bayu Subolah mengatakan, Maxride hadir untuk mengisi kekosongan layanan transportasi roda tiga berbasis aplikasi, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan bajaj.

Untuk menjadi mitra driver Maxride, tidak dibutuhkan syarat khusus selain memiliki SIM C, KTP, dan Kartu Keluarga.

Pihak Maxride akan melakukan survei untuk memastikan kelayakan mitra karena unit bajaj bisa dibawa pulang oleh driver.

Maxride beroperasi selama 24 jam, memberi peluang pendapatan besar bagi driver yang aktif.

Sementara itu, sebagai transportasi roda tiga modern, tarif bajaj Maxride berada di antara tarif ojek online dan mobil.

Bajaj Maxride mampu menampung tiga penumpang dewasa dan dilengkapi atap pelindung dari panas serta hujan.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, suara mesinnya tidak bising, memberikan kenyamanan bagi penumpang dan pengemudi.

Bajaj ini juga memiliki ruang cukup untuk membawa barang, sehingga cocok digunakan untuk aktivitas seperti berbelanja ke pasar.

Ditolak di Solo

Kehadiran Bajaj Maxride mendapat penolakan di Kota Solo. Para pengemudi ojol roda dua menggelar aksi menuntut sanksi tegas bagi Bajaj Maxride yang masih beroperasi mengangkut penumpang meski telah dilarang.

Aksi itu dilakukan di Balai Kota Solo, Kamis (22/1/2026).

Baca juga: Polemik Bajaj Maxride di Solo, Polres Minta Operasional Dihentikan Dulu hingga Kata Dishub

Pasalnya, sejak diterbitkannya Surat Edaran (SE) Pelarangan Kendaraan Roda Tiga, Bajaj Maxride masih beroperasi mengangkut penumpang hingga kini.

Mereka menilai Pemerintah Kota Solo lambat menindak kendaraan roda tiga tersebut, sehingga keberadaan Bajaj Maxride merugikan ojol dan menimbulkan ketidakadilan dalam sektor transportasi kota.

Ketua Umum Garda Soloraya, Ramadhan Bambang Wijanarko mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas lambatnya respons Pemerintah Kota Solo.

“Sampai dengan saat ini mereka nggak ada ijin. Dari awal kita sudah memberikan surat ke wali kota untuk berdialog."

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas