Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Mereka yang Selamat dari Longsor Cisarua Bandung Barat

Longsor Cisarua telan puluhan rumah, 9 tewas, 80 hilang. Kisah Tanu, Hadiansyah, dan balita Arsa selamat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Kisah Mereka yang Selamat dari Longsor Cisarua Bandung Barat
Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
LONGSOR BESAR - Longsoran tanah di Kampung Pasir Kuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Tribun Jabar / Adi Ramadhan Pratama. (Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama) 

Ringkasan Berita:
  • Longsor besar di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, menimbun puluhan rumah. 
  • Hingga hari kedua pencarian, 9 korban tewas, 23 selamat, dan sekitar 80 warga masih hilang. Tim SAR berjibaku di medan lumpur setebal lima meter.

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah genangan lumpur setebal lima meter yang menelan rumah dan jalan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) secercah harapan muncul.

Puluhan warga berhasil diselamatkan dari reruntuhan, sebagian di antaranya dievakuasi dalam kondisi lemah namun masih bernapas.

Tanu Selamatkan Istri dan Anak, 7 Anggota Keluarga Hilang

Suara gemuruh tanah longsor dan teriakan minta tolong masih terngiang di telinga Tanu (48), warga Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Ia menjadi saksi bagaimana longsor besar pada Sabtu dini hari meratakan kampungnya.

“Hujan tidak berhenti selama tiga hari. Pas tengah malam itu seperti ada getaran, awalnya lambat tapi terus-terusan,” kenang Tanu di posko pengungsian Kantor Desa Pasirlangu.

Sesaat kemudian, ia mendengar suara gemuruh disertai teriakan adiknya meminta pertolongan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Uwa tolong wa, wa tolong wa. Terus suaranya hilang, muncul lagi sebentar, lalu hilang lagi,” ujarnya.

Dalam kekacauan, Tanu hanya sempat menyelamatkan istri dan dua anaknya yang berusia 7 dan 17 tahun.

Bersama warga lain, mereka berlari menuju kantor desa yang kini dijadikan posko pengungsian.

Namun, tujuh anggota keluarganya – enam saudara kandung dan satu mertua – hingga kini belum ditemukan.

“Saya lihat adik saya sempat ngumpet di kandang sapi, tapi sampai pagi belum ada,” katanya dengan suara bergetar.

Selain kehilangan anggota keluarga, Tanu juga harus merelakan 28 ekor kambing miliknya yang tertimbun longsor. Kambing-kambing itu merupakan sumber penghidupan keluarga dan rencananya akan dijual untuk persiapan Idul Adha.

“Sudah ada yang pesan dari Cimahi. Kalau dirupiahkan kerugiannya sekitar Rp84 juta,” ungkapnya.

Longsor di Desa Pasirlangu terjadi setelah hujan deras mengguyur selama tiga hari berturut-turut.

Puluhan rumah warga tertimbun lumpur dan batu, menyisakan duka mendalam bagi para korban yang selamat. Hingga kini, tim SAR gabungan masih berjibaku mencari puluhan warga yang dilaporkan hilang.

Baca juga: Menahan Tangis, Yayah Cerita Keponakan Selamat saat Longsor Cisarua, Keluarga Masih Hilang

Kebun Aster Siap Panen Lenyap Tertimbun Lumpur

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas