Protes Gaji Berujung Bentrok Pekerja di IPIP Pomalaa Sultra, Diwarnai Saling Kejar dan Pemukulan
Bentrokan bermula saat seorang karyawan perusahaan mitra mempertanyakan gaji yang belum dibayarkan kepada pengawas TKA
Editor:
Eko Sutriyanto
Selain proses hukum, juga dilakukan pendekatan mediasi serta pelaksanaan adat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Situasi saat ini sudah kondusif dan aktivitas di kawasan industri kembali berjalan normal,” ujarnya.
Sebagai informasi, IPIP Pomalaa merupakan kawasan industri tertutup yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Kawasan ini dikelola Huayou Group asal China dan berfokus pada rantai industri baterai litium terintegrasi.
Berlokasi di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, sekitar 30 kilometer dari Kolaka, kawasan ini mengembangkan teknologi pengolahan nikel seperti High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), hingga produksi bahan kimia dan baterai lithium.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pekerja untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas lingkungan kerja, sembari memastikan proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Bentrok dengan TKA Menewaskan 3 Orang
Sebelumnya, bentrokan ini melibatkan Tenaga Kerja Asing (TKA) China dengan pekerja lokal pernah terjadi di kawasan industri smelter nikel PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (15/1/2023).
Akibat bentrok tersebut 3 orang dikabarkan meninggal dunia.
Kejadian bermula saat pekerja lokal menggelar aksi mogok kerja pada Sabtu (14/1/2023).
Mereka masuk ke pabrik dan mengajak buruh lainnya untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Namun, saat di dalam pabrik, TKA China yang tidak ingin mengikuti aksi mogok kerja, malah menyerang sejumlah pekerja lokal.
Aksi dari TKA China itu mendapat perlawanan hingga terjadi bentrokan.
Para buruh yang terlibat bentrok menggunakan besi hingga peralatan yang berada di pabrik.
Tak berhenti di situ, mereka juga melakukan pengrusakan dan pembakaran fasilitas kantor serta armada perusahaan.
Video bentrokan maut di PT GNI ini pun viral di media sosial.
Akibat kejadian ini, 2 orang pekerja tewas dan 9 lainnya terluka.
Polisi sudah menagkap 69 orang yang diduga menjadi provokator bentrokan tersebut. (Tribun Sultra/Sri Rahayu)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Bentrok di IPIP Pomalaa Kolaka Kondusif, 4 TKA Diproses Hukum, Pemicu Cekcok Gaji dan Pengeroyokan,
Baca tanpa iklan