Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Produsen Ungkap Proses Pembuatan Es Gabus Suderajat: Dijual Rp500 Per Buah, Tanpa Spons

Narsumi bantah es gabus Suderajat berbahan spons. Produksi pakai sagu aren, dijual Rp500, proses berjam-jam dan melelahkan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Nama Suderajat, seorang penjual es gabus, sedang menjadi sorotan. Dia dituding menjual es gabus berbahan spons. Narsumi, seorang pemilik sekaligus produsen es gabus yang dijual Suderajat mengungkap proses pembuatan es gabus.

Menurut dia, membuat es gabus merupakan pekerjaan yang melelahkan. Bahkan, kata dia, lebih menguras tenaga daripada mengurus bayi.

Dia mengungkapkan pembuatan es gabus memakan waktu berjam-jam karena harus mengaduk, membuat adonan, merebus air, mencetak, memasukkan ke kulkas hingga membungkus ke plastik.

"Capeknya setengah mati bikin es gabus, tapi keuntungannya juga enggak ada. Cuma ya ini membantu orang yang menganggur saja," ujarnya. 

Baca juga: Produsen Es Gabus yang Dijual Suderajat Buka Suara: Spons Lebih Mahal, Untung Nggak Ada

Narsumi Ungkap Proses Produksi hingga Harga Rp 500 per Buah

Narsumi, pemilik tempat produksi es gabus yang dijual pedagang Suderajat, membantah keras tudingan bahwa es gabus buatannya mengandung spons atau Polyurethane Foam (PU Foam). Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak berdasar dan bertentangan dengan logika produksi.

“Enggak ada lah (spons). Spons itu lebih mahal daripada sagu aren,” kata Narsumi saat ditemui di Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (29/1/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Narsumi menjelaskan, selama ini ia memproduksi es gabus secara sederhana bersama anggota keluarganya. Dalam satu kali produksi, es gabus didistribusikan ke sekitar lima pedagang, termasuk Suderajat yang telah menjadi pelanggannya selama belasan tahun.

“Pak Suderajat itu beli enggak cuma di saya. Kadang di saya, kadang di tempat lain. Dari dulu sampai sekarang juga enggak pernah ada orang keracunan makan es krim,” ujarnya.

Baca juga: Nasib Serda Heri setelah Tuduh Suderajat, Lakukan Intimidasi dan Paksa Makan Es Gabus

Dijual Rp 500 per Buah

Selama ini, Narsumi menjual es gabus kepada Suderajat dengan harga Rp 500 per buah. Menurutnya, harga tersebut sudah disesuaikan dengan modal produksi yang minim.

“Itu kan murah, dari saya Rp 500 satunya. Yang dapat untung gede justru yang jualan,” tuturnya.

Ia menyebut bahan baku es gabus sangat sederhana, yakni sagu aren, gula pasir, vanili, garam, pasta pisang ambon, serta pewarna makanan.

Tantangan utama justru terletak pada proses memasak yang membutuhkan ketelatenan.

“Pembuatannya lama, harus diaduk terus, direbus, dicetak, dibekukan di kulkas, lalu dibungkus plastik. Enggak bisa ditentukan berapa jamnya, pokoknya lama,” jelas Narsumi.

Bahkan, ia mengaku proses membuat es gabus lebih melelahkan dibanding mengurus bayi.

“Capeknya setengah mati bikin es gabus, keuntungannya juga enggak ada. Ini cuma buat bantu orang-orang yang nganggur,” katanya.

Baca juga: 5 Populer Regional: Pembunuhan Karyawati SPPG - Penjual Es Gabus Suderajat Raup Rp300 Ribu Sehari 

Kondisi Pabrik Es Gabus

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas