Perampokan Sadis di Boyolali, Istri Bos Sate Terluka dan Dapat Puluhan Jahitan, Anak Tewas di Ember
Kasus perampokan mengerikan di Kabupaten Boyolali membuat seorang ibu terluka parah dan anaknya tewas.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Perampokan sadis terjadi di sebuah rumah di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
- Seorang ibu terluka parah dan anaknya tewas di rumah akibat perampokan itu.
- Pelaku diduga membawa kabur sejumlah barang korban.
TRIBUNNEWS.COM - Kejahatan dalam bentuk perampokan atau pencurian yang disertai pemaksaan/kekerasan masih marak terjadi di tanah air.
Menurut buku Statistik Kriminal 2024/2025 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statisik (BPS) tanggal 12 Desember 2025, pencurian adalah jenis kejahatan yang paling sering terjadi di desa. Persentasenya mencapai 29,9 persen dari seluruh desa/kelurahan di Indonesia pada tahun 2024.
Di Jawa Tengah tercatat ada 120 kasus pencurian yang disertai kekerasan sepanjang tahun 2024. Provinsi ini berada di urutan kesebelas dari daftar provinsi dengan kasus pencurian yang disertai kekerasan.
Adapun baru-baru ini juga terjadi kasus perampokan mengerikan sebuah desa di di Jawa Tengah, yakni di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali.
Pelaku perampokan menyasar rumah Purwanto, seorang bos sate, Kamis sore, (29/1/2026). Di dalam rumah itu terdapat istri Purwanto, Daryanti (34), dan anak mereka, AO (6). Sementara itu, Purwanto sedang berada di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, saat kejadian.
Daryanti terluka, anaknya tewas
Menurut Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana, pelaku perampokan diduga melancarkan aksinya seorang diri dengan membawa senjata tajam untuk melukai korban
AO ditemukan tewas di rumah, sementara Daryanti berada dalam kondisi kritis karena terluka pada lehernya. Akibat luka itu, dia harus menerima puluhan jahitan.
Saat ini Daryanti sudah sadar dan sedang dirawat intensif di rumah sakit. Ibu itu menjadi satu-satunya korban selamat.
“Luka [Daryanti] pada leher akibat benda tajam,” kata AKBP Indra, Kamis, (29/1/2026), dikutip dari Tribun Solo.
Dia berkata luka Daryanti termasuk parah sehingga korban memerlukan banyak jahitan dan penanganan medis lanjutan.
Baca juga: Tragedi Cilegon dan Boyolali, Kekerasan Perampokan Mengancam Anak, 2 Bocah Tewas di Tangan Pelaku
Adapun AO ditemukan tewas di kamar mandi rumah mereka. Menurut polisi, tidak ada luka terbuka pada tubuh AO.
AO ditemukan di dalam ember plastik di kamar mandi. Ketika dia ditemukan, kepalanya masuk ke dalam ember yang penuh dengan air.
“Untuk penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi,” kata Indra.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik perampokan sadis itu.
Awalnya diketahui oleh Ngatirin
Ngatirin, paman AO, adalah orang yang pertama kali mengetahui perampokan itu.
Baca tanpa iklan