Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Meski Tak Lagi di Dishub Solo, Ari Wibowo Harap Program Aksi Kesetaraan Gender Tetap Berlanjut 

Dalam program Juara Satu itu diketahui terdapat 8 program unggulan, di antaranya adalah Cek Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Becak.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Rifqah
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Meski Tak Lagi di Dishub Solo, Ari Wibowo Harap Program Aksi Kesetaraan Gender Tetap Berlanjut 
Tribunnews.com/Rifqah
PROGRAM DISHUB SOLO - Foto Ari Wibowo ketika menjabt Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, yang ditemui Tribunnews di Kantor Dishub Solo, Selasa (13/1/2026). Dalam program Juara Satu itu diketahui terdapat 8 program unggulan, di antaranya adalah Cek Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Becak. 

Ringkasan Berita:
  • Ari berharap program Aksi Kesetaraan Gender ini juga bisa dikembangkan lagi di berbagai bidang
  • Sebelum meninggalkan Dishub Solo, Ari sempat mengikuti lomba Gender Champion 2025 yang diikuti oleh seluruh ASN Pemerintah Kota Surakarta dan Dishub Solo berhasil meraih juara pertama
  • Dalam program Juara Satu itu diketahui terdapat 8 program unggulan, di antaranya adalah Cek Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Becak hingga Konseling Tim Advokasi Difabel-Juru Parkir Wanita.

 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Ari Wibowo, berharap program Juara Satu (Juli Aksi Kesetaraan Gender Kota Surakarta untuk Transportasi Unggul), tetap berjalan, meski dirinya sekarang tak lagi menjabat.

Kini, Ari diketahui telah resmi menjabat sebagai Camat Pasar Kliwon, Kota Surakarta sejak 3 Februari 2026 lalu.

Selain terus dilanjutkan, Ari berharap program Aksi Kesetaraan Gender ini bisa dikembangkan lagi di berbagai bidang.

"Harapan saya untuk Aksi Kesetaraan Gender terus dilanjutkan karena beberapa sudah dianggarkan dan tentunya masih bisa dikembangkan dengan bukan hanya mengandalkan APBD," katanya saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin (9/2/2026).

"Namun juga mungkin kerja sama pihak swasta dan sebagainya, bisa dikembangkan lebih banyak lagi di bidang yang lain dan saya yakin berikutnya akan lebih besar, lebih banyak, dan lebih baik lagi," sambungnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelum meninggalkan Dishub Solo, Ari sempat mengikuti lomba Gender Champion 2025 yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Surakarta dan Dishub Solo berhasil meraih juara pertama.

Dalam program Juara Satu itu, diketahui terdapat 8 program unggulan, di antaranya adalah Cek Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Becak, Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan, iRAP Rating For School, Pelita (Pojok Edukasi Lalu Lintas), Sosialisasi Keselamatan untuk Siswa Difabel, Ruang Laktasi di Kantor Dishub Solo, hingga Sosialisasi Zoss (Zona Selamat Sekolah).

Kemudian yang terakhir adalah Konseling Tim Advokasi Difabel, Pengemudi, Becak Wanita, Driver BST, Feeder Wanita, Juru Parkir Wanita.

Saat masih menjabat sebagai Kabid Lalin, Ari menjelaskan, meski judul dalam program ini menggunakan Bulan Juli, kegiatan-kegiatannya akan tetap berjalan seterusnya.

"Jadi ini program saya kemarin di Lomba Gender Champion antara ASN Pemkot di bulan Agustus 2025, saya mengambil program Juara Satu Bulan Juli, Aksi Kesetaraan Gender Kota Surakarta untuk Transportasi Unggul, disingkat, singkatannya ini, Juara Satu," ungkapnya saat ditemui Tribunnews di Kantor Dishub Solo pada 13 Januari 2025 lalu.

"Nah ini kemarin kita memang mengambil saat itu hanya di bulan Juli, kegiatan-kegiatan full kegiatan bulan Juli. Kenapa bulan Juli? Kalau Juli, apakah nanti Agustus, September tidak berkelanjutan? Tetap akan berkelanjutan," tegasnya.

Baca juga: Dishub Solo Benarkan Tarif Parkir di Kota Solo Berbeda-beda, Saat Ada Event Jadi Lebih Mahal

"Kami merubahnya tidak menjadi Juli, tapi menuju, ju-nya ini bukan Juli tapi menjadi menuju Aksi Kesetaraan Gender Kota Surakarta untuk Transportasi Unggul," papar Ari lagi.

Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa program dalam Aksi Kesetaraan Gender itu tidak hanya menyasar kaum wanita saja.

"Sebenarnya bukan, bukan hanya wanita, tapi kaum rentan yang perlu dilindungi dalam keseharian, istilahnya seperti itu, wanita pasti, yang kedua, anak-anak, yang ketiga adalah lansia, yang keempat adalah disabilitas. Jadi empat kaum rentan ini yang harus kita lindungi," ujar Ari.

Cek Kesehatan bagi Pengemudi Becak

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas