Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Meski Tak Lagi di Dishub Solo, Ari Wibowo Harap Program Aksi Kesetaraan Gender Tetap Berlanjut 

Dalam program Juara Satu itu diketahui terdapat 8 program unggulan, di antaranya adalah Cek Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Becak.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Rifqah
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Meski Tak Lagi di Dishub Solo, Ari Wibowo Harap Program Aksi Kesetaraan Gender Tetap Berlanjut 
Tribunnews.com/Rifqah
PROGRAM DISHUB SOLO - Foto Ari Wibowo ketika menjabt Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, yang ditemui Tribunnews di Kantor Dishub Solo, Selasa (13/1/2026). Dalam program Juara Satu itu diketahui terdapat 8 program unggulan, di antaranya adalah Cek Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Becak. 

Ari pun mengatakan, pada bulan Juli 2025 lalu telah dilaksanakan cek kesehatan gratis untuk pengemudi becak.

"200 becak kita lakukan cek gratis dan itu kerjasama dengan Dinas Kesehatan, kami tidak berdiri sendiri. Becak ini kenapa kita ambilkan masuk ke sini? Karena dia juga masuk dalam gender, sepuh-sepuh (sudah berumur), 80 tahun aja ada yang becak," ucapnya.

Selain itu, kata Ari, program untuk pengemudi becak ini juga sudah dikembangkan dengan pembayaran melalui Qris.

"Kita punya Qris becak, 400 becak sudah kita lakukan Qris, terutama di wilayah becak yang wisata. Qris-nya kita pakai BNI sama BRI, kita kerjasama untuk digitalisasi pembayaran. Tapi bukan pembayaran yang utama, opsi saja, kan kasihan."

"Kalau dia ada uang cash, ya cash, tapi kalau tidak ada, dia pakai Qris ini juga bisa. Jadi mereka juga senangnya bisa punya tabungan, kan dibukakan rekening. Tapi biasanya kendalanya adalah rekening harus diambil minimal Rp50.000, padahal bayarnya kan kadang Rp20.000. Jadi harus genap dulu baru ambil," papar Ari.

Sementara terkait program ruang laktasi, Ari mengatakan ruangannya sudah disiapkan di Kantor Dishub Solo.

Pelajar Pelopor Keselamatan

Selanjutnya, kata Ari, ada program Pelajar Pelopor Keselamatan yang mengajak pelajar menjadi pelopor keselamatan lalu lintas, mengingat tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar berusia 15-19 tahun.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami mendampingi pelajar pelopor. Jadi ada lomba tingkat kota dulu antar SMA, SMK, kita share, yang ikut lewat media sosial sama Balai Wilayah 7, pembinanya SMA, SMK, dan Kemenag. Itu Monggo yang mau ikut, terus kita pakai seleksi untuk mencari 10 besar.

"Grand final-nya kita 10 besar, yang ikut seleksi ya 30-an dan sebagainya. Kita minta seleksinya pakai vlog dulu sama buat programnya apa. Jadi arahnya ke arah teknologi apa yang digunakan untuk keselamatan." 

"Nah kita mendampingi tingkat kota, terus naik pemenangnya 2 besar dimasukkan tingkat provinsi, nanti provinsi menang, (lanjut) tingkat nasional. Dan alhamdulillah 2 tahun yang lalu kita juara nasional," kata Ari.

iRAP Rating for School

Sementara terkait iRAP Rating for School, Ari mengatakan bahwa program ini masih dalam masa awal.

"Jadi kami bekerja sama dengan transportologi, LSM yang konsen terhadap keselamatan jalan. Dia membuat program penilaian terhadap kawasan pendidikan. 

"Jadi kawasan pendidikan misalkan SMP 1 itu ya, dia akan nilai ruang jalannya, bagaimana penyebrangannya, perambuannya, lengkap datarnya fasilitas pejalan kaki dan sebagainya itu dinilai, titik-titik per titik dengan rating bintang 1, bintang 2, dan sebagainya."

"Bagaimana mereka dari bintang kecil atau sedikit menjadi bintang banyak dan hal-hal apa yang perlu ditingkatkan. Ini baru kita mulai dengan itu, itu hal simple, penting," ujarnya.

Pelita

Terkait program Pelita atau Pojok Edukasi Lalu Lintas, Ari mengatakan bahwa ide tersebut berawal dari pojokan yang kosong yang kemudian dimanfaatkan sebagai ruang tunggu anak.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas