Meski Tak Lagi di Dishub Solo, Ari Wibowo Harap Program Aksi Kesetaraan Gender Tetap Berlanjut
Dalam program Juara Satu itu diketahui terdapat 8 program unggulan, di antaranya adalah Cek Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Becak.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Suci BangunDS
"Di depan kantor, di lobby ada Pojok Edukasi Lalu Lintas. Jadi ini berawal dari pojokan kosong, kita manfaatkan sebagai ruang tunggu anak pada tempat bermain. Intinya memberikan tempat bermain," tutur Ari.
"Kemarin filosofinya adalah ketika anak karyawan pas hari libur sekolah mereka, anak-anak itu ikut ibunya, bapaknya yang kerja di sini, anak-anak kecil, kasihan to, akhirnya kita buatkan ini, silahkan bermain di sini, orang tuanya biar kerja aja," paparnya.
Sosialisasi Keselamatan untuk Siswa Difabel
Soal Sosialisasi Keselamatan untuk Siswa Difabel, kata Ari, Dishub Solo menggandeng MAN 1 Solo dalam menjalankan program ini.
"Ini disabilitas mata, tunanetra. Dia (siswa MAN 1 Solo) punya program yaitu ular tangga keselamatan untuk disabilitas. Tentunya dia (tunanetra) tidak bisa melihat, dia akan meraba, kita buatkan papan, papan bermain," katanya.
"Dadunya kan biasanya pakai dadu, itu kita ada tombol di sini, misalkan dipencet, ini dadunya ya, dia akan merabah dulu. Ini dadunya, dadu dipencet aja nanti akan keluar angkat dan suara, nanti ada ular tangganya di sini, tapi dengan meraba,"
"Dan nanti akan ada semacam, kalau tahu monopoli ada dana umum, terus ada kesempatan, itu ada kartunya, dia akan meraba kartu dan membaca Braille. Nanti kita ajak bermain dan nanti ada, kalau dia ada tangga, dia naik. Kalau dia dapat ular, dia turun. Jadi senang dia bermain, intinya seperti itu. Ini kan baru, hal yang baru juga," paparnya.
Sosialisasi Zoss
Selanjutnya soal Sosialisasi Zoss, Ari mengatakan, selama 2025 sudah mengunjungi 44 sekolah dan 8.512 siswa didatangi oleh Dishub Solo.
"Mereka datang, atau kita yang datang. Jadi sosialisasi keselamatan TK, SD, SMP, SMA. Dengan bermain. Jadi masyarakat adik-adik itu, kalau kita kasih penjelasan gini-gini, mesti bosen dong. Tapi kalau kita bermain, akan masuk ke pikiran mereka."
"Di depan ada rambu-rambu lalu lintas, terus ada marka merah itu. Itu kita bermainnya di sana. Nanti ada yang naik mobil, ada naik sepeda atau motor, nanti ada yang nyebrang. Nyebrang. Nanti ada badutnya juga," papar Ari.
"Jadi bagaimana teknik menyeberang, 4T, tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, tengok kanan lagi. Kenapa itu dilakukan? Itu juga ada alasannya. Tengok kanan pertama itu untuk melihat kendaraan kita yang paling kanan, karena ketika kita di pinggir jalan, kendaraan paling dekat kita di belakang kanan."
"Nah, tengok kiri, tengok kanan lagi untuk memastikan, yang kedua aman baru nyebrang. Simpel yang kita sampaikan, tidak terlalu detail kalau anak-anak, sambil bermain," ucap Ari.
Konseling
Terakhir adalah soal program Konseling. Ari mengatakan, dalam program ini ada tiga srikandi pekerja transportasi dan satu Tim Advokasi Difabel.
"Ada tiga (Srikandi) dan satu lagi, tim Advokasi Difabel. Tim Advokasi Difabel itu namanya Mbak Darti, dia Ketua Komisi Disabilitas Daerah, karyawan ASN di Balai Kota, Pemkot. Dia disabilitas, nggak bisa gerak, dia pakai kruk."
"Saya Konseling untuk sharing aja, apa yang dibutuhkan mereka? Apa ada semacam pelajaran atau apa yang kurang baik kepada mereka? Hal-hal apa yang perlu ditingkatkan dari kami, terutama pelayanannya, bis dan sebagainya," ucapnya.
Selanjutnya, kata Ari, satu-satunya tukang Becak wanita bernama Qurotaayun dan sopir Batik Solo Trans (BST) bernama Vega.
Baca tanpa iklan