Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anak-anak Muda Bicara Lapangan Kerja, TPPD Jateng Ungkap Daya Saing

Peserta berharap program Kartu Zilenial tak sekadar kartu, tetapi efektif menekan pengangguran.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Anak-anak Muda Bicara Lapangan Kerja, TPPD Jateng Ungkap Daya Saing
HO/IST
KARTU ZILENIAL - Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli Gayo saat Ngobrol Bareng 'Hukum dan Ekonomi di Mata Anak Muda' di Aula Bupati Batang, Jumat (14/2/2026) sore. 

Zulkifli turut membagikan pengalaman pribadinya: lahir di Desa Lesten, Sumatera, dari orang tua yang tidak bisa membaca dan menulis, ia menempuh pendidikan hingga S3 melalui beasiswa.

Pada 2014, ia memilih menjadi tenaga ahli DPRD Kota Semarang dengan gaji Rp700 ribu dibanding bekerja di BUMN energi bergaji Rp7 juta.

“Teman saya masuk dengan gaji Rp7 juta, dua tahun kemudian jadi Rp10 juta. Saya masih Rp1,2 juta. Tapi tiga sampai lima tahun setelah itu, situasinya berbalik karena saya membangun usaha sendiri,” tuturnya.

Kini, perusahaan konsultan yang ia dirikan mempekerjakan sekitar 138 karyawan, dengan gaji direktur hampir Rp30 juta.

“Saya tidak punya ordal. Yang ada itu kompetensi. Orang yang punya kompetensi akan dicari,” tegasnya.

Narasi ini memperkuat pesan mobilitas sosial berbasis pendidikan dan kewirausahaan—tema yang juga menjadi fokus pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam agenda nasional.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ketua Komisi Kejaksaan Pujiyono Suwadi, Kepala Kejaksaan Negeri Batang Raymond Ali, Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang Sigit Aji Pamungkas, serta pelaku usaha lokal Nur Adilatus Shidqiyah, petani jamur dengan omzet Rp180 juta.

Rekomendasi Untuk Anda

Acara tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Batang Suyono, Kepala Divisi Enterprise Risk Management Bank Jateng Wasito Adi Waluyo, dan Wakil Kepala Divisi Ritel dan UMKM Bank Jateng Nur Satyo Priyono.

Kolaborasi antara unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, perbankan daerah, dan pelaku UMKM mencerminkan pendekatan pentahelix yang kini banyak diadopsi dalam kebijakan pemberdayaan ekonomi.

Dengan capaian 38 ribu penerima, Kartu Zilenial dapat dibaca bukan sekadar program daerah, melainkan model intervensi SDM yang berpotensi direplikasi.

Tantangan ke depan bukan hanya memperluas akses, tetapi memastikan kesinambungan, relevansi industri, serta integrasi dengan agenda nasional penguatan talenta dan pengurangan pengangguran muda.

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas