Sosok Jhonny Thio Doran, Mantan Anak Kos di Surabaya yang Masuk Fortune 40 Under 40
CEO JETE, Jhonny Thio Doran, raih Fortune 40 Under 40 berkat inovasi teknologi lokal dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- CEO JETE sekaligus Doran Group, Jhonny Thio Doran, resmi masuk daftar Fortune Indonesia 40 Under 40.
- Penghargaan ini diberikan kepada pemimpin muda yang dinilai sukses membangun bisnis berkelanjutan, menghadirkan inovasi, dan memberi dampak ekonomi luas.
- Jhonny memulai usaha dari kamar kos kecil di Surabaya hingga mendirikan JETE pada 2014.
TRIBUNNEWS.COM - CEO JETE sekaligus Doran Group, Jhonny Thio Doran, resmi terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan bergengsi Fortune Indonesia 40 Under 40.
Penghargaan ini diberikan kepada para pemimpin muda di Indonesia yang dinilai sukses membangun bisnis berkelanjutan, menghadirkan inovasi, serta memberi dampak ekonomi bagi masyarakat luas.
Pengakuan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan JETE, brand teknologi lokal asal Surabaya, yang terus menunjukkan pertumbuhan pesat melalui berbagai kategori produk, mulai dari wearable device hingga power solution.
“Fortune 40 Under 40 bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih luas, ini adalah pengakuan bahwa brand lokal Indonesia mampu bersaing, membangun standar baru dan bertumbuh di panggung global,” ujar Jhonny, Jumat (13/2/2026).
Sosok Jhonny Thio Doran, Eks Anak Kos di Surabaya
Bagi Jhonny Thio Doran, bisnis bukan sekadar alat mencari keuntungan, melainkan sarana menciptakan peluang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prinsip itu ia pegang sejak merintis usaha pada 2008, bermodalkan kamar kos kecil yang sekaligus menjadi tempat tinggal, gudang, dan pusat operasional.
Saat itu, ia menjajakan jam tangan dan aksesoris ponsel dari toko ke toko, menjalankan seluruh proses bisnis secara mandiri.
Langkah berani Jhonny berlanjut ke jalur digital melalui forum Kaskus, yang kala itu menjadi pusat jual beli daring.
Strategi ini membuahkan hasil hingga ia merekrut karyawan dan memperluas usaha.
Titik balik terjadi pada 2014 ketika ia mendirikan brand aksesoris teknologi JETE, meski sempat dipandang sebelah mata.
Fokusnya pada kualitas dan ekosistem bisnis berkelanjutan membuat JETE berkembang pesat.
Jhonny memulai pengembangan JETE di Surabaya sejak 2014. Sejak awal, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem ritel yang kuat, sistem distribusi terintegrasi, serta layanan pelanggan yang prima.
Pandemi 2019 menjadi ujian besar, namun JETE justru membuka official store pertama di WTC Surabaya, sekaligus mendirikan Doran Gadget yang berfokus pada ritel produk IoT.
Hingga akhir 2025, JETE telah memiliki lebih dari 150 gerai di berbagai kota besar dan menargetkan 200 gerai pada 2026, termasuk ekspansi ke kota tier-2 serta lokasi strategis seperti bandara dan stasiun.
Perusahaan juga menyiapkan langkah menuju pasar internasional lewat entitas di Shenzhen, China.
Baca tanpa iklan