Sosok Irjen Marzuki Ali, Akpol 91 yang Jabat Kapolda Aceh, Gaya Pemimpin Tegas tapi Humanis
Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah bangun kepemimpinan humanis, dekat dengan rakyat, tingkatkan kepercayaan publik.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Sejak dilantik 19 Agustus 2025, Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah menekankan kehadiran polisi di tengah masyarakat.
- Dengan konsep Polda Meutuah dan Green Policing, ia aktif turun ke lapangan, menangani bencana, serta memperkuat komunikasi terbuka.
- Pendekatan humanis ini mendapat apresiasi ulama, meningkatkan kepercayaan publik, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini sosok Inspektur Jenderal (Irjen Pol) Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M.
Irjen Pol Marzuki Ali Basyah dilantik sebagai Kapolda Aceh sejak 19 Agustus 2025.
Irjen Marzuki Ali Basyah menggantikan Irjen Pol Achmad Kartiko yang menjabat sejak 26 September 2023.
Upaya penggantian ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja kepolisian dan pelayanan publik di Aceh.
Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah Bangun Kepemimpinan Humanis
Sejak dilantik sebagai Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menempatkan kehadiran nyata aparat kepolisian di tengah masyarakat sebagai prioritas utama.
Penunjukan putra daerah asal Pidie itu memunculkan harapan baru dalam memperkuat hubungan institusi Polri dengan masyarakat Aceh, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Serambi Mekkah.
Berbekal pengalaman panjang di sejumlah posisi strategis, Marzuki membawa konsep Polda Meutuah dan pendekatan Green Policing dalam kepemimpinannya.
Sejak awal menjabat, ia aktif melakukan kunjungan kerja dan patroli lapangan.
Tidak hanya hadir dalam forum formal, Kapolda Aceh juga turun langsung meninjau situasi keamanan, memantau arus lalu lintas, hingga mendampingi berbagai kegiatan sosial masyarakat.
Terjun Langsung Tangani Bencana
Kehadiran Kapolda Aceh juga terlihat dalam penanganan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Personel kepolisian diterjunkan untuk membantu evakuasi warga, mengamankan distribusi logistik, serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan terdampak.
Apresiasi Ulama dan Penguatan Kearifan Lokal
Pendekatan humanis tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. Faisal Ali.
Ia menilai kepemimpinan Marzuki selaras dengan nilai sosial-keislaman yang menjadi karakter masyarakat Aceh.
“Pendekatan yang mengedepankan dialog, perlindungan masyarakat, serta kepedulian sosial merupakan cerminan kepemimpinan yang bijaksana,” ujar Faisal Ali.
Ia juga mengusulkan agar pengenalan kearifan lokal dan keistimewaan Aceh diperkuat dalam pendidikan polisi baru di SPN Seulawah, termasuk keterlibatan ulama dalam memberikan tausiah kepada calon anggota Polri.
Baca tanpa iklan