Ejekan, Deadlock, dan Kursi Ketua Umum: Kisah Lama Bahlil di Panggung HIPMI
Di balik terpilihnya Bahlil Lahadalia sebagai Ketum HIPMI, ada peran Erwin Aksa dan Andi Rukman Nurdin Karumpa di kehidupan Ketum DPP Golkar
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Bahlil Lahadalia mengenang perjalanan terpilihnya sebagai Ketua Umum HIPMI 2015–2018 di hadapan ribuan kader pada SDP HIPMI 2026 di Makassar.
- Ia menyoroti peran dua tokoh Sulsel, Erwin Aksa dan Andi Rukman Nurdin Karumpa, dalam dinamika kepemimpinan HIPMI.
- Dorongan maju sebagai ketua umum muncul setelah ejekan soal kriteria pemimpin HIPMI yang justru memotivasi Bahlil.
- Persaingan di Munas HIPMI Bandung berlangsung sengit dan sempat deadlock saat Bahlil bersaing dengan dua kandidat lain.
TRIBUNNEWS.COM - Four Point by Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026) dipenuhi gemuruh tepuk tangan dari ribuan peserta Sidang Dewan Pleno (SDP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2026 di Makassar.
Sekitar 3.000 pengurus HIPMI dari seluruh Indonesia memadati forum nasional bertema "HIPMI Penggerak Ekonomi untuk Indonesia Berdaulat".
Turut hadir juga, Bahlil Lahadalia Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Tak hanya berbicara sebagai Ketua Umum atau Ketua Dewan Penghormatan HIPMI, saat naik ke mimbar, ia membuka kembali cerita lama tentang persaingan dan momentum yang mengubah jalan hidupnya di organisasi pengusaha muda ini.
Bahlil menceritakan, ada dua sosok yang punya peran penting dalam perjalanan hidupnya di HIPMI.
Keduanya yakni Erwin Aksa dan Andi Rukman Nurdin Karumpa.
Erwin Aksa merupakan anggota DPR RI kelahiran Makassar yang juga mantan Ketua Umum HIPMI.
Sementara Andi Rukman adalah Ketua Umum Gapensi (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia).
Di hadapan ribuan anggota, Bahlil mengawali kisahnya tentang pencalonannya sebagai Ketum HIPMI periode 2015-2018 lalu.
Ia menyebut, dorongan mencalonkan dirinya tak lepas dari percakapannya dengan Andi Rukman dan sebuah komentar yang membakar semangatnya.
"Saya waktu maju Ketua Umum HIPMI, tanya Bang Andi Rukman,"
Baca juga: HIPMI Minta Penguatan Prinsip Check and Balance KPPU dalam Revisi UU Persaingan Usaha
"Ada satu mantan Ketum HIPMI yang bilang calon Ketua Umum harus industrialis dan ganteng, sementara saya jelek,"
"Dari situ saya termotivasi, saya bilang tunggu, saya akan hadapi kau," ujar Bahlil.
Ejekan tersebut tak membuatnya mundur, Bahlil justru menjadikannya sebagai pelecut.
"(Waktu itu) saya bilang, biar kau bilang saya hitam, kecil, tidak ganteng. Tetapi nyali belum tentu kau hebat dari pada saya," kenang Bahlil.
Baca tanpa iklan