Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ejekan, Deadlock, dan Kursi Ketua Umum: Kisah Lama Bahlil di Panggung HIPMI

Di balik terpilihnya Bahlil Lahadalia sebagai Ketum HIPMI, ada peran Erwin Aksa dan Andi Rukman Nurdin Karumpa di kehidupan Ketum DPP Golkar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ejekan, Deadlock, dan Kursi Ketua Umum: Kisah Lama Bahlil di Panggung HIPMI
Tribun-Timur.com
SDP HIPMI 2026 - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjemput langsung mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam rangkaian kegiatan Sidang Dewan Pleno (SDP) XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (15/2/2026). 

Cerita Bahlil tersebut bukan sekadar nostalgia, tapi juga pengingat bahwa di dalam situasi yang memanas di dalam organisasi pun ada solusi yang bisa diambil.

Ketum BPP HIPMI Usul Kredit hingga Rp50 Miliar untuk Kelas Menengah

Di dalam kesempatan yang sama, Ketum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari mengusulkan skema kredit khusus bagi pelaku usaha kelas menengah.

Hal tersebut diusulkan untuk menahan laju penurunan kelas menengah di Indonesia.

Kelas menengah di Indonesia menurutnya saat ini tengah mengalami penurunan.

Sehingga, perlu adanya kebijakan dari pemerintah agar tidak terus mengalami penurunan.

‎“Kita tahu bersama bahwa realitanya kelas menengah kita mengalami penurunan atau degradasi. Perlu insentif ataupun bentuk afirmasi dari pemerintah agar kelas menengah kita ini bisa bertahan dan kembali tumbuh,” ujar Akbar di mimbar sambutan, Minggu (15/2/2026).

Mengutip Tribun-Timur.com, di negara-negara maju, porsi kelas menengah bisa mencapai 55-60 persen dari total populasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara di Indonesia saat ini turun sekitar 21 persen menjadi 17 persen.

‎“Kondisi ini menjadi perhatian kita bersama. Seharusnya ada bentuk kehadiran pemerintah agar kelas menengah kita minimal bisa bertahan dan tidak terus mengalami degradasi,” katanya.

Ia pun mengusulkan ke pemerintah supaya menyediakan skema pembiayaan bagi usaha kelas menengah dengan nilai yang besar, bukan ratusan juta, melainkan Rp20 hingga Rp50 miliar.

‎"Kami mengusulkan agar ada kredit untuk usaha kelas menengah yang kapasitasnya jangan hanya 100-500 juta, tapi 20-50 miliar," ucapnya. 

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Sosok 2 Tokoh Sulsel Erwin Aksa dan Andi Rukman Dikenang Bahlil Lahadalia Saat Terpilih Ketum Hipmi

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribun-Timur.com, Erlan Saputra/Makmur)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas