Mendagri: Pemerintahan Sumbar Sudah Normal, Sejumlah Daerah di Sumut dan Aceh Masih Perlu Atensi
Secara umum roda pemerintahan dan layanan dasar di sebagian besar daerah sudah kembali berjalan, sejumlah kabupaten/kota yang memerlukan perhatian
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Mendagri menyatakan sebagian besar wilayah Sumatra terdampak bencana sudah kembali normal, dengan pemerintahan dan layanan dasar mulai pulih.
- Di Sumbar mayoritas sektor telah beroperasi, namun pendidikan di Kabupaten Agam, sejumlah jalan dan jembatan di Padang Pariaman, serta beberapa daerah di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara masih memerlukan perhatian.
- Di Aceh, 10 daerah dinyatakan normal, tetapi beberapa kabupaten seperti Bireuen, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, memaparkan perkembangan terbaru indikator pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Dia mengungkapkan, secara umum roda pemerintahan dan layanan dasar di sebagian besar daerah sudah kembali berjalan, meski masih terdapat sejumlah kabupaten/kota yang memerlukan perhatian khusus.
Hal itu disampaikannya dalam rapat evaluasi penanganan pascabencana Sumatera, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
“Ini adalah data variabel pemulihan. Kami membuat indikator pemulihan, yang pertama adalah pemerintahannya, apakah pemerintahan provinsi berjalan lancar, kabupaten/kota berjalan lancar atau tidak, sampai kecamatan, desa, kelurahan,” ungkap Tito.
Tito menjelaskan, data tersebut diperoleh melalui pengecekan langsung bersama para kepala daerah melalui rapat virtual serta laporan tim di lapangan.
Sumatera Barat Mayoritas Normal
Di wilayah Sumatera Barat, Tito memastikan pemerintahan dan pelayanan publik sudah berjalan normal.
“Dari hasil pengecekan kami dengan langsung para kepala daerah melalui zoom meeting dan tentunya tim di lapangan, untuk Sumatera Barat pemerintahan semuanya lancar. Pelayanan publik kesehatan baik rumah sakit daerah maupun rumah sakit swasta di tiap-tiap kabupaten yang berdampak, puskesmas dan klinik alhamdulillah semuanya sudah beroperasional,” ujarnya.
Namun, ia mencatat masih ada sektor yang perlu perhatian, khususnya sarana pendidikan di Kabupaten Agam.
“Kemudian untuk sarana pendidikan kami mencatat ada daerah yang memerlukan atensi yaitu Kabupaten Agam, khususnya TK, SD, SMA/SMK, madrasah dan pondok pesantren,” ucapnya.
Dari sisi infrastruktur, jalan nasional dan provinsi sudah dapat dilalui, tetapi beberapa jalan kabupaten/kota dan jembatan di Padang Pariaman serta Kabupaten Agam masih perlu penanganan.
Baca juga: Bantuan Stimulan Rumah Rusak Disalurkan Serentak di 24 Daerah Terdampak Banjir Aceh
“Akses darat ini sangat penting sekali karena ini untuk mobilitas orang dan logistik. Jalan nasional semuanya sudah hijau artinya sudah bisa dilalui, jalan provinsi juga sudah bagus bisa dilalui. Tapi ada jalan kabupaten/kota khususnya di Padang Pariaman dan beberapa jembatan di Padang Pariaman dan Kabupaten Agam yang masih memerlukan atensi,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut masih ada masjid yang rusak di Padang Pariaman. Untuk kebutuhan dasar masyarakat, seperti BBM, listrik, dan gas elpiji, kondisinya dinyatakan aman.
“SPBU semuanya lancar di Sumatera Barat, listrik semuanya lancar hidup. PDAM ada dua daerah di Tanah Datar dan Padang Pariaman yang memerlukan perbaikan karena jaringannya rusak,” katanya.
Tapanuli Tengah dan Utara Perlu Perhatian
Baca tanpa iklan