Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemuda Asal Palembang Terlantar di Kamboja, Tangis Ibunda: Uangnya Sudah Habis

Maryam sangat cemas dengan kondisi Andri meski saat ini mereka masih rutin berkomunikasi melalui WhatsApp.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Pemuda Asal Palembang Terlantar di Kamboja, Tangis Ibunda: Uangnya Sudah Habis
HO/IST/Youtube/Tribun Sumsel
TERLANTAR DI KAMBOJA -- Maryam warga di Palembang, Sumatra Selatan tak kuasa menahan tangis saat diwawancarai di rumahnya, Kamis (19/2/2026). Maryam, memohon bantuan pemerintah untuk memulangkan anaknya, Andri Al Alfajri yang saat ini terlantar di Kamboja. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 15 warga Palembang terlantar di Kamboja dan masih menunggu proses pemulangan ke Indonesia. 
  • Salah satunya Andri Al Alfajri, yang kehabisan uang dan terkendala visa serta dokumen perjalanan. 
  • Pemerintah melalui BP3MI dan perwakilan RI setempat menyatakan mereka kini berada di penampungan dan proses kepulangan sedang diurus.

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG- 15 Warga Palembang, Sumatra Selatan kini terlantar di Kamboja. Kepulangan mereka ke Indonesia masih dalam proses.

Maryam warga Jalan KH Wahid Hasyim Palembang tak kuasa menahan tangis mengkhawatirkan Andri Al Alfajri (28), anaknya yang terlantar di Negara Kamboja.

Maryam sangat cemas dengan kondisi Andri meski saat ini mereka masih rutin berkomunikasi melalui WhatsApp.

Kekhawatiran Maryam makin bertambah sebab anaknya tersebut mengaku sudah kehabisan uang di sana.

"Katanya uangnya sudah tidak ada lagi. Mau tidur di hotel juga tidak ada uang. Kami di sini juga tidak punya biaya untuk bantu kirim,” kata Maryam saat ditemui tim Tribunsumsel.com, Kamis (19/2/2026).

Maryam tak tahu pasti pekerjaan anaknya di Kamboja. Ia hanya tahu anaknya bekerja di sebuah restoran.

Rekomendasi Untuk Anda

Dikatakannya, Andri berangkat ke Kamboja pada Oktober 2024 atas inisiatif sendiri untuk bekerja.

Maryam kembali tak kuasa menahan tangis mengungkap bahwa keberangkatan anaknya itu hanya berselang satu bulan sebelum ayahnya meninggal dunia.

Sejak itu juga, Andri menjadi tulang punggung keluarga dan rutin mengirim uang termasuk untuk biaya adik bungsunya yang kini duduk di bangku kuliah. 

"Jadi dia belum pernah ke makam ayahnya. Harapan saya sebenarnya dia bisa pulang lebaran tahun ini. Tapi ternyata dia kesulitan pulang," ujarnya.

"Dulu, Bapaknya sempat pesan jangan lama-lama di sana. Andri juga bilang iya. Dia bahkan sudah beli tiket pulang dengan harga sekitar Rp4 juta karena mau mengenang satu tahun bapaknya, tapi ternyata visanya sudah mati,” jelasnya.

Maryam mengatakan, Andri sempat mengurus perpanjangan visa dan berkas-berkas seperti Kartu Keluarga serta ijazah telah dikirim untuk keperluan administrasi kepulangannya ke Indonesia. 

Ia menyebut proses pengurusan di KBRI sudah dilakukan sejak Desember 2025, namun hingga kini Andri belum bisa kembali ke Indonesia.

Baca juga: 217 PMI Dideportasi dari Tawau Malaysia Melalui Nunukan, 95 di Antaranya Asal Sulawesi Selatan

“Dia bilang tunggu visa keluar, mungkin dua sampai tiga bulan. Tapi kami tidak tahu pasti karena jauh di luar negeri dan kami juga tidak tahu harus menghubungi siapa,” tuturnya.

Maryam juga mengaku tidak mengetahui secara detail kondisi pekerjaan anaknya di sana.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas