Cerita Sopir Bus Angkut Rombongan Pejabat Cilacap Hasil OTT KPK, Putar Musik Hingga Penumpang Anteng
Hartono, sopir bus pariwisata dari PO Riyan mengaku tak tahu bila rombongan yang dibawanya para pejabat yang terjaring OTT KPK di Cilacap.
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO - Hartono, sopir bus pariwisata dari PO Riyan mengaku tak tahu bila robongan yang dibawanya dari Cilacap ke Banyumas, Jawa Tengah merupakan para pejabat yang terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK, Jumat (13/3/2026).
KPK mengamankan 27 orang yang terdiri dari Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Sekda Cilacap Sadmoko Danardono, serta sejumlah ASN dan pihak swasta dalam OTT di Cilacap.
KPK lantas membawa mereka ke Mapolresta Banyumas untuk menjalani pemeriksaan awal.
Hartono mengaku dirinya mendapat telepon dari perusahaannya tempatnya bekerja untuk mengantarkan sejumlah orang dari Cilacap ke Purwokerto.
Dari informasi yang dia terima, perjalanan itu disebut-sebut untuk kegiatan buka bersama.
Tanpa rasa curiga, Hartono pun menjemput rombongan di area halaman Samsat Cilacap.
Bus berkapasitas 50 penumpang tersebut lantas berangkat sekira pukul 14.00 WIB dari Cilacap.
Baca juga: Kena OTT KPK, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Diangkut Pakai Kereta ke Jakarta Setelah Diperiksa 5 Jam
Saat itu, sekira setengah kapasitas bus terisi.
Sepanjang perjalanan, Hartono sempat memutar musik cukup keras di dalam bus.
Karena dalam benaknya, rombongan tersebut hendak melaksanakan buka bersama.
Namun, bus yang dikendarainya justru diarahkan ke Mapolresta Banyumas.
Tak Tahu Ada Bupati Cilacap
Hartono pun mengaku tidak tahu bila salah satu penumpangnya adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Dia juga tidak bisa membedakan mana petugas KPK, karena semuanya mengenakan pakaian bebas.
"Di dalam bus semuanya anteng. Kebanyakan memakai baju batik, dan ada pula yang sempat tidur," katanya.
Baca juga: OTT KPK, Begini Penampakan Sekda Cilacap Satmoko Danardono di Polresta Banyumas
Dia cukup terkejut ketika kemudian mengetahui rombongan yang diangkutnya ada kaitannya dengan OTT KPK di Cilacap.