Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Regional: Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang - Tewasnya Anak Anggota DPRD Tebingtinggi

Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, sementara Maria Agustina Naibaho ditemukan tewas di kosnya di Kota Medan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Sri Juliati

Tindakan penyelamatan ini mengakibatkan mobil pick up tersebut terguling dan ambruk di bahu jalan.

Insiden ini kemudian memicu tabrakan beruntun dengan kendaraan lain yang melaju di belakangnya.

Meski awalnya melibatkan empat kendaraan, termasuk sebuah mobil pengangkut sayur, dua kendaraan lainnya yang sempat terserempet dilaporkan langsung meninggalkan lokasi kejadian tak lama setelah benturan terjadi.

Baca selengkapnya.

2. Ketakutan Pejabat Daerah di Cilacap, Terancam Mutasi jika Tak Setor THR ke Bupati

DITAHAN KPK - Bupati Cilacap periode 2025–2030, Syamsul Auliya Rachman, dan Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, resmi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dan dilakukan penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026) malam.
DITAHAN KPK - Bupati Cilacap periode 2025–2030, Syamsul Auliya Rachman, dan Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, resmi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dan dilakukan penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026) malam. (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Ditetapkannya Bupati Cilacap, Jawa Tengah, Syamsul Auliya Rachman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi menambah panjang daftar kepala daerah di Jateng yang diciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Syamsul terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Jumat (13/3/2026), termasuk Sekretaris Daerah (Sektda) Sadmoko Danardono.

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya pun telah menetapkan bupati periode 2025-2030 dan sekdanya sebagai tersangka.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan di lingkungan Pemkab Cilacap terkait pungungat Tunjangan Hari Raya (THR).

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, sejumlah pejabat dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mengaku takut dimutasi apabila tidak menyetorkan sejumlah uang ke bupati.

"Beberapa saksi, yang dari 13 kan ada kepala-kepala itu, menyampaikan memang ada kekhawatiran kalau tidak dipenuhi permintaan dari saudara Syamsul ini maka akan digeser dan lain-lain," ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Mengutip Kompas.com, para pejabat daerah yang tidak menyetorkan sejumlah uang akan dianggap tidak royal kepada bupati.

Ada tujuh pejabat daerah yang di lingkup Pemkab Cilacap yang telah diperiksa.

Total ada 47 SKPD yang telah diperiksa dengan total target pengumpulan dana THR mencapai Rp450 juta.

"Bahwa selanjutnya, dalam periode 9-13 Maret 2025, sebanyak 23 perangkat daerah Kabupaten Cilacap telah menyetorkan permintaan Bupati yang dikumpulkan melalui Ferry Adhi Dharma selaku Asisten II Kabupaten Cilacap, dengan total mencapai Rp 610 juta," lanjut Asep.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas