Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mudik Dorong Gerobak Siomay Ala Edi dari Cilacap ke Pemalang: 4 Hari 4 Malam, Modal Rp 40 Ribu 

Mengulik mudik ala Edi, jalan kaki sambil dorong gerobak siomay dari Cilacap ke Pemalang diperkirakan selama 4 hari 4 malam, modal Rp 40 ribu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mudik Dorong Gerobak Siomay Ala Edi dari Cilacap ke Pemalang: 4 Hari 4 Malam, Modal Rp 40 Ribu 
Tribun Jateng/Permata Putra Sejati
MUDIK DORONG GEROBAK - Mengulik mudik ala Edi, jalan kaki sambil dorong gerobak siomay dari Cilacap ke Pemalang diperkirakan selama 4 hari 4 malam, modal Rp 40 ribu.  

Namun dia akan menyesuaikan dengan kondisi tubuh. Sepanjang perjalanan, Edy berjalan menggunakan sandal.

Dia tidak terbiasa menggunakan sepatu. Dia juga tidak membawa dagangan selama perjalanan.

Menurutnya, membawa bahan dagangan justru akan menyulitkan.

"Kalau bawa dagangan nanti repot masaknya, perjalanan sampai empat hari," katanya.

Sebelum memulai perjalanan, ia masih sempat berjualan.

"Terakhir jualan malam Senin, sebelum berangkat pagi," ujarnya.

Kini, dengan gerobak siomay yang terus ia dorong perlahan, Edy menjalani perjalanan panjang itu dengan harapan sederhana, sampai di kampung halaman, menunaikan nazar, dan kembali berkumpul bersama keluarga pada momentum Lebaran. 

Rekomendasi Untuk Anda

 

Jalankan Nazar

Ada alasan lain yang lebih personal di balik perjalanan panjang tersebut.

Edy memiliki nazar untuk berjalan kaki yang dia ikrarkan setelah mengalami kecelakaan sekira dua tahun lalu.

"Nazar itu karena saya dulu pernah kecelakaan di kaki. Dengkul saya sempat lepas karena terkilir."

"Waktu itu satu kaki tidak bisa jalan," tutur dia.

Baca juga: Skema One Way Sepenggal Diberlakukan, Kakorlantas Optimis Mudik Lebaran Menuju Trans Jawa Lancar

Kecelakaan tersebut terjadi saat ia terjatuh dari motor.

Dalam kondisi itu, Edy sempat bernazar. Kalau nanti bisa sembuh dan bisa jalan lagi, dia ingin pulang kampung jalan kaki.

Kini, setelah kakinya pulih, nazar itu benar-benar ia jalankan.

Perjalanan dimulai Senin (16/3/2026) sekira pukul 06.00.

Kalau menggunakan motor, perjalanan tersebut sebenarnya tidak terlalu jauh dan sekira tiga jam sudah sampai.

Namun dengan berjalan kaki sambil mendorong gerobak, Edy memperkirakan perjalanan akan memakan waktu jauh lebih lama.

"Kalau jalan kaki saya perkirakan empat hari empat malam," ujarnya.

Dia menargetkan bisa sampai kampung halaman pada Kamis (20/3/2026) malam.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Kisah Edi Mudik Dorong Gerobak Siomay dari Cilacap ke Pemalang: Penuhi Nazar

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas