Teror Jelang Idulfitri, Pegiat Media Sosial yang Juga Kader PDIP Dapat Kiriman Bangkai Kepala Anjing
Teror jelang Idulfitri 1447 Hijriah menimpa pegiat media sosial sekaligus kader PDIP Palti Hutabarat, dapat kiriman bangkai kepala anjing
Penulis:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Teror seakan tak ada habisnya, usai teror air keras pada aktivis HAM dari KontraS, Andrie Yunus.
- Kini muncul teror bangkai kepala anjing.
- Teror ini diterima oleh pegiat media sosial yang juga kader PDIP, Palti Hutabarat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teror jelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah menimpa seorang pegiat media sosial sekaligus kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Palti Hutabarat.
Beberapa hari jelang Idulfitri, Palti Hutabarat mendapat kiriman berupa bangkai kepala anjing.
Teror ini menambah panjang daftar teror yang terjadi di tanah air belakangan ini.
Baru-baru ini kasus teror air keras menimpa Andrie Yunus, aktivis HAM dari KontraS.
Kasus teror air keras ini adalah serangan serius terhadap kebebasan sipil dan HAM di Indonesia.
Meski aparat telah mengungkap sejumlah pelaku, publik menuntut transparansi penuh dan hukuman tegas agar kasus ini tidak berulang.
Baca juga: Pelaku Teror Air Keras Terungkap, Hanief Adrian: Bukti Ketegasan Negara dalam Penegakan Hukum & HAM
Teror Bangkai Kepala Anjing di Deli Serdang Sumut
Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Palti Hutabarat menerima intimidasi berupa paket aneh.
Terakhir, pria yang juga pegiat media sosial itu mendapatkan ”paket” berupa bangkai kepala anjing.
Bangkai kepala anjing itu dilemparkan orang tak dikenal ke rumah orang tua Palti Hutabarat.
Peristiwa itu terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Bareskrim Polri Proses Kasus Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus di Tempo, Cek TKP dan Rekaman CCTV
Wiradarma Harefa dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP membenarkan kejadian tak wajar tersebut.
"Menurut kesaksian Saudara Palti, sekitar pukul 10-12 malam lebih, ada benda yang dilemparkan ke depan rumahnya. Pada pagi harinya jam 7 dicek ternyata bangkai kepala anjing," ujar Wiradarma, Kamis (19/3/2026) malam.
Baca tanpa iklan