Debt Collector Rusak Mobil dan Aniaya Sopir di Bali, Korban Ternyata Polisi
Aksi brutal debt collector di Bali viral setelah pasutri dituduh maling dan mobil dirusak. Fakta mengejutkan, korban ternyata anggota polisi.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Debt collector mengejar mobil pasutri di Kuta sambil meneriaki “maling”.
- Mobil korban diadang lalu dirusak brutal hingga kaca pecah dan ban dikempeskan.
- Pengemudi AY mengalami luka akibat pengeroyokan.
- Polisi menangkap dua pelaku; mobil korban ternyata tak punya tunggakan kredit.
- Salah satu pelaku positif narkoba, polisi buru pelaku lain dan proses hukum berlanjut.
TRIBUNNEWS.COM - Aksi premanisme yang dilakukan oleh debt collector (DC) kembali jadi sorotan publik.
Aksi kekerasan tersebut terjadi di Jl Pantai Kuta, Badung, Bali pada Rabu (25/3/2026) ketika sebuah mobil yang ditumpangi pasangan suami istri (Pasutri) jadi sasaran pengeroyokan setelah dikejar oleh sekelompok orang.
Insiden bermula ketika mobil yang dikendarai oleh AY (48) dan istrinya, TW menyenggol sebuah taksi di kawasan Kuta Square.
Korban pun memilih melanjutkan perjalanan karena dinilai kondisi tidak kondusif.
Namun, keduanya justru dikejar oleh dua orang DC sambil diteriaki maling.
Provokasi tersebut pun memicu perhatian warga dan pengendara lain hingga mobil korban dihadang oleh taksi di Jl Pantai Kuta.
Saat mobil berhenti, kedua pelaku berinisial LG alias Arif (29) dan ON alias Mesak melakukan pengerusakan.
"Para pelaku bertindak sangat brutal,"
"Mereka memecahkan hampir seluruh kaca mobil, merusak bodi kendaraan hingga penyok, bahkan mengempeskan keempat ban mobil korban agar tidak bisa melarikan diri," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, dikutip dari TribunBali.com.
Korban AY juga dikeroyok hingga alami luka-luka.
Aksi tersebut berhenti setelah petugas keamanan di sekitar lokasi turun untuk menenangkan.
Baca juga: Sosok WNA Belanda Tewas Ditikam di Vila Bali, Pelaku Kenakan Jaket Ojek Online
Kini, kedua DC tersebut pun telah diringkus dan ditahan.
"Telah terjadi peristiwa perusakan dan pengeroyokan secara bersama-sama di depan umum,"
"Kami mengamankan dua pria berinisial LG alias Arif (29) dan ON alias Mesak," jelasnya.
Kasus ini menjadi sorotan terhadap keamanan warga di ruang publik, terlebih di kawasan wisata yang seharusnya menjadi tempat aman bagi wisatawan dan masyarakat.
Baca tanpa iklan