Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Regional: Korban Pelecehan Kepala Kantor Pos Jadi Tersangka - Nasib Aipda Vicky 

Kasus pelecehan di Pagaralam menjerat UB dan RA sebagai tersangka, sementara Aipda Vicky mundur dari Polri dan kini menjadi penjual kopi.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin

Banjir bandang dan tanah longsor dilaporkan menerjang Kecamatan Lebong Utara, Lebong Tengah, dan Pinang Belapis di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, Minggu, (5/4/2026).

Kedua bencana itu dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur Lebong sejak pukul 15.00 WIB. Ratusan rumah warga terendam dan para korban terdampak dievakuasi. 

Rumah pribadi Bupati Lebong Azhari di Desa Karanganyar, Kecamatan Lebong Tengah, dikabarkan ikut terendam banjir sebetis. Di belakang rumah itu terdapat aliran sungai yang meluap.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Tribun Bengkulu, ketinggian air bervariasi di tiap lokasi.

“Hujan turun sangat deras dan berlangsung lama sejak pukul 15.00 WIB. Akibatnya, sungai dan siring jalan tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman warga dan badan jalan,” kata Kapolres Lebong Agoeng Ramadhani melalui Kasubsi PIDM Humas Syaiful Anwar.

Air bah tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga jalanan sehingga pengguna jalan tidak dapat melintas.

“Perabotan rumah tangga milik warga juga banyak yang terdampak banjir," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan pantauan pada pukul 19.30 WIB, banjir masih terjadi. Bahkan, debit air dilaporkan bertambah lantaran hujan masih terus mengguyur.

Aliran listrik di beberapa wilayah terputus sehingga lingkungan gelap dan proses evakuasi korban terganggu.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebong Rengki Anggara menyebut pihaknya masih di lapangan guna mengevakuasi dan mendata warga terdampak banjir.

“Petugas masih terus melakukan evakuasi dan pendataan. Banjir dan longsor ini terjadi akibat cuaca buruk yang berlangsung beberapa hari terakhir,” ujar Rengki.

Baca selengkapnya.

5. Resign Usai Dimutasi saat Usut Kasus Korupsi, Kini Aipda Vicky Menikmati Jualan Kopi

POLISI DIMUTASI - Aipda Vicky Aristo Katiandagho yang sebelumnya bertugas di Polda Sulawesi Utara lalu dimutasi karena ungkap kasus korupsi. Kini berhenti jadi polisi pilih jualan kopi
POLISI DIMUTASI - Aipda Vicky Aristo Katiandagho yang sebelumnya bertugas di Polda Sulawesi Utara lalu dimutasi karena ungkap kasus korupsi. Kini berhenti jadi polisi pilih jualan kopi (HO/IST/Facebook/Vicky Aristo Katiandagho)

Dimutasi tanpa alasan jelas saat menangani kasus korupsi membuat Aipda Vicky mantap mengajukan pengunduran diri dari Polri.

Setelah suratnya disetujui, ia kini memilih jalan baru yang lebih sederhana.

Dia  menikmati keseharian sebagai penjual kopi, sembari tetap membawa semangat Bhayangkara dalam hidupnya.

Diketahui, Aipda Vicky bertugas di Polda Sulawesi Utara dan menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Khusus (Tipidkor) Sat Reskrim Polres Minahasa.

Tindakan Aipda Vicky Aristo Katiandagho mendadak menjadi sorotan publik setelah video pengunduran dirinya dari institusi Polri viral di media sosial.

Dalam video tersebut, ia mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri pengabdian sebagai anggota kepolisian.

Narasi yang berkembang menyebut, keputusan itu diambil setelah dirinya dimutasi saat tengah menangani kasus dugaan korupsi besar di Kabupaten Minahasa.

"Saya sedang menangani kasus, menangani perkara yang mengundang atensi publik yaitu perkara korupsi yang terjadi di Kabupaten Minahasa yang melibatkan orang-orang penting di Kabupaten Minahasa," ujar Vicky, Kamis (2/4/2026).

Kasus yang ditanganinya berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan program Bupati Minahasa tahun 2020.

Penyelidikan telah dimulai sejak Januari 2021 dan meningkat ke tahap penyidikan pada 5 September 2024 setelah gelar perkara di Direktorat Reskrimsus Polda Sulut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara untuk kepentingan melakukan audit perhitungan kerugian negara, namun pada saat penyidikan masih berjalan, tiba-tiba tanpa saya ketahui apa sebabnya, saya dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud," jelas Vicky.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Sesuai Minatmu
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas