Dari Langkah Kaki Menuju Refleksi Diri di Tindak Ziarah Pringgolayan Bantul
Kegiatan Tindak Ziarah #4 di Priggolayan Bantul menghadirkan perjalanan spiritual dan refleksi hidup bagi para peserta.
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Sedangkan ketekunan terlihat dari cara peserta menikmati perjalanan langkah demi langkah tanpa menyerah.
“Kadang kita ingin cepat sampai, tetapi perjalanan ini mengajarkan bahwa hidup tidak bisa selalu terburu-buru. Kita harus menikmati prosesnya,” ujar peserta lainnya.
Di sepanjang perjalanan, nuansa persaudaraan terasa begitu kuat. Tidak ada perbedaan status sosial di antara para peserta.
Semua berjalan dalam posisi yang sama sebagai peziarah yang saling mendukung.
Sapaan sederhana menjadi energi besar selama perjalanan berlangsung.
Ketika ada peserta mulai tertinggal karena lelah, peserta lain akan memberi semangat dan berjalan bersama.
Kehangatan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam kegiatan ini.
“Saat kaki mulai tidak kuat, ternyata senyum teman di samping bisa menjadi tenaga tambahan. Kami seperti saling menjadi power bank satu sama lain,” ungkap salah satu peserta sambil tertawa.
Komunitas Tindak Ziarah memang dikenal mengedepankan semangat kebersamaan.
Dalam setiap kegiatan, mereka membangun budaya gotong royong dan tanggung jawab bersama.
Pengurus komunitas menjelaskan bahwa pembiayaan kegiatan dilakukan secara kolektif oleh peserta setelah kegiatan selesai.
Tujuannya bukan sekadar mencari dana operasional, tetapi membangun rasa memiliki terhadap komunitas.
Kegiatan Tindak Ziarah #4 diikuti sebanyak 78 peserta berdasarkan data grup komunikasi komunitas.
Selain peserta utama, kegiatan juga didukung oleh 10 relawan motoris, 3 relawan kesehatan, dan 2 relawan dokumentasi.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan nyaman, panitia menyediakan satu unit ambulans, satu kendaraan logistik, dan dua unit bus pendukung.