Isu Penampakan Pocong Merebak di Tujuh Daerah: Banyak Hoaks dan Rekayasa Konten
Isu pocong viral di 7 daerah, polisi pastikan sebagian besar hoaks dan imbau warga tetap tenang serta bijak bermedsos.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Fenomena isu penampakan pocong mendadak viral dan menimbulkan keresahan warga di berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan catatan Tribunnews.com, sedikitnya tujuh wilayah dilaporkan dihebohkan dengan kabar kemunculan pocong, mulai dari Bekasi, Depok, Jakarta, Kendal, Lamongan, Tangerang hingga Situbondo.
Sebagian besar informasi yang beredar di media sosial tersebut dipastikan hoaks, editan, hingga rekayasa konten oleh aparat kepolisian.
Namun, isu yang terus menyebar membuat masyarakat resah dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan permukiman.
Bekasi
Di Kabupaten Bekasi, warga Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran sempat digegerkan dengan kabar pocong yang disebut meneror permukiman warga.
Bahkan, beredar narasi bahwa sosok pocong tersebut berhasil ditangkap warga setempat.
Depok
Sementara itu di Depok, polisi memastikan foto viral pocong duduk di teras rumah warga Tapos hanyalah hasil editan.
Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengatakan hasil pengecekan menunjukkan informasi tersebut tidak benar.
“Menurut keterangan dari Bapak Ustaz Agus Salim, foto pocong yang beredar di media sosial itu hoaks,” ujarnya.
Jupriono menjelaskan foto asli sebenarnya memperlihatkan warga yang sedang duduk di teras musala usai salat magrib.
Namun, gambar tersebut diedit oleh pihak tidak bertanggung jawab sehingga tampak seperti ada sosok pocong.
Kasus serupa juga sempat terjadi di wilayah Sawangan, Depok.
Polisi memastikan kabar pocong keliling yang beredar melalui grup WhatsApp warga juga tidak benar.
Baca juga: Viral Teror Pocong: Berdiri di Depan Rumah Warga Tangsel, Imbauan MUI Bekasi, Tertangkap di Kediri
Jakarta
Di Jakarta, isu pocong jadi-jadian bahkan dikaitkan dengan modus kriminal seperti pencurian dan perampokan. Polisi memastikan kabar tersebut hanyalah hoaks.
Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang menegaskan pihaknya tidak menemukan kejadian sebagaimana yang ramai di media sosial.