Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengakuan Briptu Alfandi kepada Anisa usai Batalkan Nikah di Hari H: Takut Jadi Beban

Kepada calon istrinya, Anisa, Briptu Alfandi, anggota Densus 88 Antiteror mengaku tak bisa melanjutkan pernikahan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Pengakuan Briptu Alfandi kepada Anisa usai Batalkan Nikah di Hari H: Takut Jadi Beban
Tribunternate.com/Iga Almira Rugaya Assegaf
PERNIKAHAN GAGAL - Briptu Alfandi Alim bersama ibunya. Anggota Satgaswil Maluku Utara Densus 88, Briptu Alfandi Alim, menyatakan secara langsung kepada keluarga calon mempelainya bahwa ia tetap ingin melanjutkan pernikahan dengan Anisa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan keluarga di rumah Anisa di Ternate. Perwakilan Densus 88 menyebut Briptu Alfandi siap mencintai dan menjaga Anisa meski sebelumnya acara pernikahan sempat tertunda, Sabtu (23/5/2026). 

Keduanya juga telah dua kali mengikuti bimbingan di gedung SDM dan Densus 88 Polri di Jakarta.

Anisa kemudian dilamar oleh Briptu Alfandi pada 1 Mei 2026 dan memutuskan untuk menggelar pernikahan pada 16 Mei 2026.

BATAL MENIKAH - AH alias Anisa (25) kanan dan Briptu AA alias Alim (kiri). Pasangan di Kota Ternate ini gagal menikah dan berujung somasi yang dilayangkan pihak perempuan.
BATAL MENIKAH - AH alias Anisa (25) kanan dan Briptu AA alias Alim (kiri). Pasangan di Kota Ternate ini gagal menikah dan berujung somasi yang dilayangkan pihak perempuan. (Istimewa)

Namun, mendekati hari pernikahan, Briptu Alfandi sempat mencoba mengulur waktu dengan meminta acara pernikahan diundur setelah Hari Raya Idul Adha 2026.

Ia beralasan menunggu surat izin nikah dari Kantor Densus 88 keluar.

Akan tetapi, surat izin nikah dari kedinasan resmi keluar pada 15 Mei 2026 malam.

Menjelang Subuh pada hari pernikahan, kejanggalan mulai terjadi.

Orang tua Briptu Alfandi tiba-tiba menghubungi Anisa, mengabarkan anaknya sakit parah.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut penuturan orang tua Briptu Alfandi, tangan dan kaki putranya tak bisa digerakkan serta matanya kabur.

Pada hari pernikahan, Sabtu (16/5/2026), seluruh tamu undangan sudah memadati lokasi acara.

Namun, hingga pukul 10 WIT, tidak ada kabar maupun kedatangan dari pihak mempelai pria.

Pembawa acara bahkan terus mengulur waktu demi menunggu kepastian.

Tak ada kepastian hingga jam makan siang, pihak keluarga Anisa lantas memutuskan untuk mendatangi rumah Briptu Alfandi di Kelurahan Jan pukul 11.30 WIT.

Rencananya akad nikah akan dipindahkan ke rumah Briptu Alfandi. Akan tetapi, sambutan keluarga anggota Densus 88 itu justru dingin dan tak menyenangkan.

Keluarga Anisa lantas menerobos masuk ke dalam kamar untuk melihat kondisi Briptu Alfandi.

Ternyata, kondisi Briptu Alfandi tidak separah yang diceritakan. 

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas