Mahasiswi UNP Diduga Kena Peluru Nyasar, Saksi: Mahasiswa Panik usai Korban Berdarah-darah
Mahasiswa UNP trauma usai peluru nyasar melukai dua orang di halaman rektorat. TNI kini menyelidiki asal proyektil.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- 2 orang, termasuk mahasiswi Sosiologi UNP, menjadi korban peluru nyasar di kawasan rektorat kampus.
- Sejumlah mahasiswa menyaksikan korban tergeletak bersimbah darah hingga suasana kampus berubah mencekam.
- Insiden membuat mahasiswa trauma karena halaman rektorat merupakan salah satu titik aktivitas yang ramai.
- TNI melalui Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol langsung melakukan investigasi
TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa peluru nyasar kembali jadi perhatian dan memicu kekhawatiran terkait keselamatan di ruang publik.
Dua orang jadi korban peluru nyasar di dalam kawasan kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026) sore.
Insiden nahas tersebut terjadi saat kedua korban sedang berada di kawasan rektorat kampus.
Korbannya merupakan seorang mahasiswi Prodi Sosiologi UNP dan seorang pria warga sipil yang tengah menunggu temannya.
Seorang mahasiswa UNP, Fara menceritakan mencekamnya saat kejadian.
Kepada TribunPadang.com, ia menyaksikan secara langsung korban tergeletak dengan tubuh yang sudah berdarah-darah.
Setelah korban tergeletak, tim medis dari kampus langsung datang untuk memberikan pertolongan kepada korban.
"Korban kemudian langsung dibawa dan dievakuasi menggunakan mobil ambulans untuk mendapatkan perawatan intensif," tutur Fara.
Mahasiswa lainnya, Najla mengaku trauma atas kejadian ini, pasalnya halaman rektorat merupakan salah satu titik ramai mahasiswa.
"Soalnya halaman rektorat ini sering sekali dikunjungi oleh mahasiswa, baik untuk sekadar diskusi kelompok, nongkrong, maupun berfoto-foto," kata Najla.
Seorang mahasiswa UNP bernama Siti melihat langsung korban tergeletak saat kejadian.
Baca juga: Kondisi Korban Peluru Nyasar di UNP: Mahasiswi Sosiologi Masih Dirawat, Warga Sipil Boleh Pulang
Ia menuturkan, saat kejadian, Siti bersama rekan-rekanya sedang berada di lokasi kejadian untuk mengerjakan tugas video.
Tiba-tiba korban tergeletak bersimbah darah dan situasi langsung mencekam setelah korban menangis histeris.
"Saat kejadian, situasi langsung berubah mencekam. Saya melihat ada seorang perempuan yang menangis histeris," ujar Siti
Melihat adanya korban yang bersimbah darah, suasana halaman rektorat langsung panik.
Para mahasiswa yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan menyelamatkan diri.
"Saat ini pun saya sebenarnya merasa cemas main di halaman rektorat ini,"
"Sekarang karena ada tugas saja makanya terpaksa ke sini lagi," keluhnya.
TNI Lakukan Investigasi
Sementara itu, TNI sudah melakukan olah TKP di halaman Rektorat UNP, Rabu (3/6/2026).
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) pun sedang menyelidiki asal peluru nyasar ini.
Kapendam XX/TIB, Letnan Kolonel (Letkol) Kav Taufiq menuturkan, pihaknya langsung melakukan investigasi begitu mendapatkan kabar ada korban dari peluru nyasar.
"Kami sudah mendapat informasi bahwa ada saudara kita yang terkena peluru nyasar,"
"Kami dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan investigasi untuk mendapatkan kronologis yang lengkap dan mengetahui bagaimana peristiwa itu bisa terjadi," ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Mengutip TribunPadang.com, Taufiq mengatakan pihaknya memprioritaskan penangan korban.
Proses pengeluaran proyektil pun sudah berhasil dilakukan dan korban dalam keadaan stabil.
"Alhamdulillah proses operasi pengeluaran proyektil berhasil dilaksanakan,"
Baca juga: Detik-detik Mahasiswa UNP Tertembak, Peluru Nyasar Diduga Berasal dari Senjata Anggota TNI
"Saat ini korban yang terkena peluru nyasar sudah dalam kondisi stabil, sudah bisa diajak berbicara dan sudah berkumpul dengan keluarga. Harapan kami proses pemulihannya berjalan cepat," katanya.
Proyektil yang sudah berhasil diambil pun diamankan untuk diuji balistik.
"Kami memang sudah mendapatkan satu proyektil yang berada di paha kiri korban dan sudah berhasil dikeluarkan,"
"Namun proyektil ini masih perlu dilakukan uji balistik yang tentunya membutuhkan waktu," jelasnya.
Uji balistik merupakan serangkaian pemeriksaan ilmiah terhadap proyektil dan senjata api untuk melacak jejak, mengidentifikasi jenis senjata, dan menentukan lintasan atau dampak tembakan.
Pengujian ini sering digunakan dalam investigasi forensik kriminal dan pengujian ketahanan material.
Kondisi Korban
Rektor UNP, Krismadinata mengatakan, salah satu korban merupakan mahasiswi Prodi Sosiologi UNP dan korban lainnya merupakan seorang pria warga sipil yang saat itu tengah berada di lokasi.
"Memang kejadian itu terjadi kemarin sore. Ada dua orang korban dan salah satunya adalah mahasiswi UNP Program Studi Sosiologi," ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Keduanya, ujar Krimadinata, langsung dibawa ke Rumah Sakit Hermina setelah pihak kampus mendapatkan laporan.
Selain itu, pihak kampus juga langsung menghubungi Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Arif Gajah Mada.
"Kami langsung menangani, ambulans dan tim medis UNP segera membawa korban ke rumah sakit terdekat, yaitu RS Hermin,"
"Karena kebetulan dekat dengan batalyon, kami juga langsung menghubungi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Arif Gajah Mada untuk berkoordinasi," ujarnya, dikutip dari TribunPadang.com.
Ia menuturkan, setelah dihubungi pihak kampus, latihan anggota TNI di sekitaran lokasi langsung berhenti.
"Alhamdulillah respons Pangdam sangat cepat. Latihan yang berada di sekitar sana langsung dihentikan saat itu juga dan situasi dapat dikendalikan," katanya.
Diketahui, lokasi latihan anggota TNI hanya berjarak 800 meter dari kampus.
Baca juga: Tak Cuma Dipukul dan Ditendang, WNI yang Ditahan Israel Juga Ditembak dengan Peluru Karet
Krismadinata mengatakan, korban laki-laki sudah pulih.
"Satu korban laki-laki sudah pulih lebih awal. Dia bukan mahasiswa UNP, kebetulan masyarakat yang berada di kampus saat itu," katanya.
Sedangkan korban mahasiswi masih dalam perawatan.
"Korban mahasiswa hanya satu orang, yaitu mahasiswi Program Studi Sosiologi dan saat ini masih dalam perawatan," tambahnya.
Ia menuturkan, pihak kampus juga memberikan pendampingan terhadap korban.
"Alhamdulillah kondisi korban terus kami pantau. Kami temani sejak di rumah sakit. Dekan, direktur dan wakil rektor juga berada di lokasi untuk memastikan penanganan berjalan baik," ujarnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Detik-detik Peluru Nyasar di UNP, Siti Saksikan Korban Bersimbah Darah dan Terjadi Kepanikan Massal
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunPadang.com, Arif Ramanda Kurnia/Fajar Alfaridho Herman)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.