Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perkuat Ketahanan Pangan, Lebak Targetkan Produksi Padi 8,7 Ton per Hektare

Bupati Lebak tanam padi unggul PS 08 dengan target hasil 8,7 ton per hektare demi memperkuat ketahanan pangan nasional

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Perkuat Ketahanan Pangan, Lebak Targetkan Produksi Padi 8,7 Ton per Hektare
Tangkap layar
TANAM PADI - Mendukung ketahanan pangan nasional, Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, turun langsung memimpin kegiatan penanaman padi varietas unggul PS 08 bersama para petani di Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (4/6/2026). (tangkapan layar 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Lebak dan petani di Desa Kolelet Wetan menanam padi varietas unggul PS 08 pada Rabu (4/6/2026) untuk genjot produksi pangan nasional
  • Program tanam padi unggul ini menargetkan hasil panen hingga 8,7 ton per hektare, meningkat drastis dari rata-rata sebelumnya sebesar 7 ton per hektare
  • Sebagai penyangga aglomerasi Jakarta, Kabupaten Lebak berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui sinergi lintas pihak untuk kedaulatan pangan
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, turun langsung memimpin kegiatan penanaman padi varietas unggul PS 08 bersama para petani di Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (4/6/2026).

Penanaman padi tersebut menjadi upaya strategis pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Pemerintah daerah menargetkan hasil panen yang signifikan, yakni mencapai 8,7 ton per hektare. Target ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas lahan setempat sebelumnya yang berada di kisaran 6,3 hingga 7 ton per hektare.

Bupati Hasbi menyampaikan bahwa pemilihan varietas PS 08 didasarkan pada kualitas benih yang mampu mendorong peningkatan produksi secara signifikan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi simbol pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, yayasan pendukung, dan elemen masyarakat.

"Lebak memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga pangan bagi kawasan aglomerasi Jakarta. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab besar untuk berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan nasional," ungkap Hasbi di sela-sela kegiatan.

Baca juga: Tanam Jagung di Lebak, Andra Soni Targetkan Banten Jadi Lumbung Nasional

Rekomendasi Untuk Anda

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menjelaskan bahwa penanaman ini dilakukan di atas lahan demplot seluas 10 hektare.

Skala demplot ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar di Kabupaten Lebak, guna memastikan dampak nyata bagi para petani di Desa Kolelet Wetan.

Dukungan juga datang dari Yayasan Bhakti Bela Negara.

Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional Bidang Ketahanan Pangan Yayasan Bhakti Bela Negara, Mayjen TNI (Purn) Tri Martono, menyebut kegiatan penanaman padi tersebut sebagai simbol nyata dukungan terhadap upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional. 

Ia berharap, keberhasilan panen padi PS 08 ini nantinya mampu menjaga stabilitas harga pangan daerah, sekaligus membantu menekan angka inflasi.

"Jika target produktivitas ini tercapai, kesejahteraan petani di Lebak otomatis akan meningkat. Kami berharap sektor pertanian Lebak ke depannya semakin produktif dan menjadi lumbung pangan yang kuat bagi Provinsi Banten," pungkas Rahmat Yuniar.

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas