Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Cara Desa Kembang Karang Cegah Pernikahan Anak lewat Simulasi Merariq

Desa Kembang Karang menyimulasikan merariq dari kasus nyata untuk mencegah pernikahan anak dan melindungi masa depan pelajar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Gita Irawan
zoom-in Cara Desa Kembang Karang Cegah Pernikahan Anak lewat Simulasi Merariq
Tribunnews.com/Gita Irawan
PERNIKAHAN ANAK - Simulasi pencegahan kasus pernikahan usia anak yang dibalut tradisi merariq berlangsung di Sekretariat Kelompok Konstituen (KK) Saiq Angen, Desa Kembang Karang, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, NTB, Rabu (10/6/2026). Simulasi berbasis kasus nyata itu menjadi sarana edukasi untuk meluruskan pemahaman budaya sekaligus mencegah praktik perkawinan dini. 
Memuat video…

Dampak yang paling nyata, menurut dia, berkaitan dengan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat.

"Harapan kami sebagai perangkat desa, ya jangan sampai pernikahan anak ini terus terjadi di desa kami. Karena kami merasakan sendiri dampaknya, baik soal ekonomi, maupun sosial," ujar Yahya.

Sejak menjabat pada 2018, Yahya mengaku terbantu dengan keberadaan KK Saiq Angen yang kerap menjadi mitra pemerintah desa dalam menyelesaikan persoalan serupa.

"Itu enaknya ada Kelompok Konstituen ini," ujar Yahya.

Kelompok tersebut, lanjut dia, beranggotakan berbagai unsur masyarakat sehingga mampu bergerak cepat memberikan edukasi ketika muncul indikasi pernikahan anak.

"Makanya dengan adanya kelompok konstituen ini kami bisa berkolaborasi. Karena kelompok konstituen ini dari lapisan-lapisan dasar masyarakat. Dari Kader (PKK) ada, dari UMKM ada. Makanya kita senang. Kalau ada masalah anak-anak kita yang mau menikah usia dini, mereka langsung memberikan edukasi secepatnya," ujarnya.

Peran KK Saiq Angen dan Program INKLUSI

KK Saiq Angen merupakan salah satu kelompok masyarakat yang dibentuk melalui Program INKLUSI bersama BaKTI dan Lombok Research Center (LRC) di desa-desa di Lombok Timur.

Rekomendasi Untuk Anda

Kelompok ini menyediakan ruang bagi masyarakat rentan untuk mengakses layanan pemerintah dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal. KK Saiq Angen juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam menangani berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

Program INKLUSI merupakan kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif yang berlangsung selama delapan tahun, yakni 2021-2029, dengan dukungan pendanaan hingga AUD120 juta.

Fokus utama program ini adalah memajukan kesetaraan gender, hak-hak penyandang disabilitas, dan inklusi sosial melalui peningkatan partisipasi kelompok-kelompok yang selama ini terpinggirkan.

INKLUSI diimplementasikan melalui 10 organisasi masyarakat sipil tingkat nasional yang bermitra dengan lebih dari 90 organisasi masyarakat sipil lokal di 618 desa pada 117 kabupaten/kota di 32 provinsi di Indonesia.

Bagi Desa Kembang Karang, mencegah pernikahan anak bukan sekadar menolak sebuah perkawinan. Upaya itu juga berarti meluruskan pemahaman budaya, melibatkan warga dari lapisan terbawah, serta memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan dan menentukan masa depannya sendiri.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas