Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Terungkap, Inilah Makanan yang Dikonsumsi Orang Eropa Abad Pertengahan

Bagi para arkeolog, meneliti segala sesuatu yang berkaitan dengan masa lalu adalah hal sangat menarik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Terungkap, Inilah Makanan yang Dikonsumsi Orang Eropa Abad Pertengahan
Odense City Museum
Ilustrasi 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM - Bagi para arkeolog, meneliti segala sesuatu yang berkaitan dengan masa lalu adalah hal sangat menarik.

Seperti sekelompok ilmuwan asal Eropa yang sangat tertarik mengetahui pola diet ratusan tahun lalu, untuk menilik bagaimana kondisi kesehatan manusia saat itu.

Baca: Kebijakan Parlemen Uni Eropa Terkait Sawit Rugikan Indonesia

Proyek yang dipimpin Martin Søe bersama rekan-rekannya dari Universitas Kopenhagen dan Universitas Aarhus, memulai penelitian dengan menggali kotoran kuno dari kakus purbakala.

Mereka akhirnya berhasil mengumpulkan sampel tinja yang berasal dari awal abad ke-11 sampai abad ke-18 di Eropa Utara, termasuk Denmark, Belanda, dan Lithuania.

Dalam laporan temuan yang diterbitkan di PLOS ONE, Rabu (25/4/2018), Søe berkata sampel tertua sebenarnya lebih mirip tanah organik gembur yang hampir membusuk sempurna.

Sementara sampel yang berusia lebih muda masih dapat dikenali. "Pada sampel berusia 400 tahun, mungkin Anda juga dapat melihat adanya kotoran manusia. Sampel yang lebih muda bahkan masih memiliki sedikit bau," ujar Søe dilansir NPR, Rabu (25/4/2018).

Rekomendasi Untuk Anda

Sampel itu kemudian disaring dengan saringan yang sangat halus agar para peneliti dapat mengambil telur parasit untuk analisis DNA.

"Saat sampel ini disaring dan dicuci, kita masih menemukan DNA tanaman dan hewan seperti ikan atau paus dalam sampel," imbuh Søe.

Søe dan timnya kemudian mengurutkan semua materi genetik yang mereka temukan dan mulai mengidentifikasi mana yang merupakan DNA tanaman, hewan, dan parasit.

Setelah menganalisa parasit, Søe dan timnya akhirnya berhasil menarik kesimpulan makanan apa saja yang dikonsumsi manusia pada ratusan tahun lalu. "Kita melihat orang Eropa Utara mengonsumsi banyak ikan, karena (ditemukan parasit) cacing pita di ikan," katanya.

Sementara itu, sampel yang ditemukan di Denmark dari tahun 1600-an, tim Søe mendeteksi telur cacing pita yang hanya muncul ketika makan babi mentah atau babi setengah matang.

Selain cacing pita yang berhubungan dengan ikan dan babi, mereka juga menemukan DNA paus sirip di kakus Denmark pada zaman Viking.

"Jadi mungkin mereka memburu atau mengumpulkan daging paus," ujarnya.

Dalam penelitiannya, tim ilmuwan tak hanya menemukan sampel kotoran manusia. Mereka juga menemukan sampel yang berhubungan dengan DNA kucing, kuda, dan tikus pada kakus kuno.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas