Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

40 dari 150 Jenis Minyak Atsiri yang Ada, Bisa Diproduksi di Indonesia: Ini Dia Segudang Manfaatnya

Minyak atsiri merupakan komoditi ekstrak alami dari jenis tumbuhan yang berasal dari daun, bunga, kayu, biji-bijian bahkan putik bunga.

40 dari 150 Jenis Minyak Atsiri yang Ada, Bisa Diproduksi di Indonesia: Ini Dia Segudang Manfaatnya
IST
Kebun tanaman penghasil ekstrak minyak atisiri yang dikelola Yayasan Martha Tilaar di Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar di Cikarang, Bekasi. 

Industri farmasi menggunakannya sebagai obat anti nyeri, anti infeksi, dan pembunuh bakteri.  

Fungsi minyak atsiri sebagai fragrance juga digunakan untuk menutupi bau tak sedap bahan-bahan lain seperti obat pembasmi serangga yang diperlukan oleh industri bahan pengawet dan bahan insektisida.

Indonesia dengan kekayaan alamnya yang sangat besar, memiliki potensi  pasar dalam negeri  yang cukup  besar untuk membangun industri flavour dan fragrance sendiri.

Dengan demikian, kebutuhan dunia industri pada minyak atsiri tidak harus bergantung pada pasar ekspor tetapi tercipta melalui kebutuhan dari industri di dalam negeri. Manfaat gandanya, pemerintah bisa menghemat devisa dari berkurangnya aktivitas impor minyak atsiri.

Tanaman penghasil minyak atsiri bisa dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan hutan dan ditanam diantara tegakan  tanaman hutan.

Tanaman penghasil minyak atsiri dapat dikategorikan sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), dan sangat potensial dikembangkan sebagai sumber pendapatan dengan memanfatkan ruang di bawah tegakan  yang kondisi agrekologi sesuai untuk tanaman sela tersebut.

Beberapa jenis tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat ditemui di kawasan hutan antara lain kayu putih, kenanga, ylang-ylang, masoi, gaharu, nilam dan seraiwangi. 

Direktur Inovasi Industri Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Santoso Yudo Warsono mengatakan, Kemenristekdikti kini berinisiatif melakukan pemetaan potensi dan koordinasi dengan para stakeholder dalam pengembangan atsiri secara nasional melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD).

FGD dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Hutan Bukan Kayu: Minyak Atsiri dan Turunannya” ini digelar di Rumah Bali Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar di Cikarang, Bekasi dan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai industri dan institusi terkait antara lain Kementerian Ristekdikti , Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, dan Dewan Atsiri Indonesia.

FGD bertujuan memperkenalkan peluang bisnis pemanfaatan HHBK khususnya minyak atsiri dan produk turunannya kepada para pemegang IUPHHK dalam rangka optimalisasi lahan dan diversifikasi usaha untuk meningkatkan kinerja serta kesejahteraan masyarakat di dalam dan di sekitar hutan sebagai paradigma baru pengelolaan hutan produksi lestari.  

         

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas