Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Viral Bajakah Jadi Obat Kanker

Lebih Dekat Dengan Siswa Peneliti Khasiat Bajakah untuk Obat Kanker, Diproteksi Usai Karyanya Viral

Tiga siswa jurusan IPA di Sekolah SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah pembuat obat dari bahan kayu bakambah pun berbagi cerita.

Lebih Dekat Dengan Siswa Peneliti Khasiat Bajakah untuk Obat Kanker, Diproteksi Usai Karyanya Viral
Kompas.com/Kurnia Tarigan
Yazid, Anggi, Aysa dan guru pembimbing saat berada di sekolah. Ketiga siswa akan mendapat penghargaan dari Kemendikbud atas penemuan obat penyembuh kanker, Kamis (15/8/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Keberhasilan Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani memenangkan medali emas di perlombaan karya ilmiah tingkat internasional di Seoul, Korea Selatan tidak lepas dari imu-ilmu yang mereka dapatkan sebelum diaplikasikan pada saat penelitian.

Tiga siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah pembuat obat dari bahan kayu bakambah pun berbagi cerita mengenai proses belajar mereka.

Kepada Tribunnews.com, Yazid bercerita kalau ia menerapkan pola belajar yang santai agar pelajaran mudah diserap.

Tidak perlu sambil mendengarkan musik seperti yang banyak anak sekarang lakukan, yang penting bagi Yazid agar cepat memahami pelajaran adalah jangan sampai lepas konsentrasi ketika guru menerangkan.

“Pola belajar yang santai, enggak sih aku gak sambil dengaran musik tapi pokoknya guru megajar dengarkan dengan baik, diperhatikan baik-baik pola belajar di sekolah diiikutin lah. Saya santai gak mau ribet santai saja,” ucap Yazid saat ditemui di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).

Sedangkan Anggina proses belajarnya sangat dipengaruhi oleh mood sehingga ia juga kerap membangun mood dengan scrolling sosial media sebelum memulai proses belajar.

Baca: Mengintip Cara Belajar Para Siswa Pembuat Obat Kanker Berbahan Kayu Bajakah

Baca: Kini Ngehit dan Dijual Jutaan Rupiah, Dulu Harganya Rp10 Ribu Bajakah Tak Laku

Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani, tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya yang  berhasil membuat obat penyembuh kanker dari bahan dasar akar bajakah, di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2019).
Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani, tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya yang berhasil membuat obat penyembuh kanker dari bahan dasar akar bajakah, di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2019). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

“Aku juga main instagram kok, tapi nyisain waktu belajar juga karena belajar gak bisa dipaksa kan harus tahu kapan nih yang enak buat belajar biar semangat,” kata Anggina.

Aysa pun setuju dengan Anggina tentang mood yang mempengaruhi semangat belajar, namun yang paling penting menurut Aysa adalah memahami teori dibandingkan menghapal teorinya.

“Dipahami jangan dihapal penjelasannya tentang apa, jangan dihapal jangan deh tambah baca buku dan browsing, serta kerja kelompok untuk nambah ilmu,” ucap Aysa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...

Berita Terkait :#Viral Bajakah Jadi Obat Kanker

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas