Mengenal Badai Tropis Surigae yang Sempat Melintas dan Jadi Super Taifun, Apa Dampaknya Bagi RI?
Istilah Surigae berasal dari Filipina yang dikenal dengan sebutan berisik atau bising dalam bahasa Tagalog.
Editor: Sanusi
Serupa dengan Seroja, badai Surigae memiliki dampak yang perlu diperhatikan bagi masyarakat yang tinggal di Kawasan yang diliputi siklon utu.
Meski sudah bergerak menjauh, Super Thypoon Surigae secara tidak langsung berpotensi tetap memiliki dampak cuaca bagi Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Dampak yang ditimbulkan dari badai itu seperti potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Barat.
Baca juga: Gerindra Salurkan Bantuan Sembako dan Masker bagi Korban Bencana NTT
Bagi perairan laut, dampaknya antara lain adalah gelombang laut dengan ketinggian beragam.
Tinggi gelombang yang ditimbulkan Surigae berkisar antara 1.25-2.5 meter.
Gelombang tinggi akibat dampak Siklon Surigae berpeluang terjadi di:
- Perairan Kalimantan Utara
- Selat Makassar bagian utara
- Laut Sulawesi
- Perairan utara Sulawesi
- Perairan selatan Kep. Sangihe
- Perairan Kep. Sitaro
- Perairan Bitung- Likupang
- Perairan selatan Sulawesi Utara
- Laut Maluku
- Perairan Kep. Halmahera
- Laut Halmahera
- Perairan utara Papua Barat
- Perairan Biak hingga Jayapura
- Samudra Pasifik utara Papua
Sementara untuk Gelombang dengan ketinggian 2.5-4 meter berpeluang terjadi di:
- Perairan utara Kep. Sangihe,
- Perairan Kep.Talaud
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
Tinggi Gelombang 4-6 meter juga berpeluang terjadi di:
- Samudra Pasifik utara Kepulauan Halmahera
- Siklon tropis dengan kekuatan besar seperti Surigae ini terbentuk dari perairan laut yang sangat hangat dan gelombang MJO (Madden-Jullian Oscillation).
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.