Tribun

CIA Sebut Pangeran Saudi sebagai Otak Pembunuhan Jamal Khashoggi

CIA menyebut bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman sebagai otak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Daryono
CIA Sebut Pangeran Saudi sebagai Otak Pembunuhan Jamal Khashoggi
Sky News
CIA menyebut bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman sebagai otak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. 

TRIBUNNEWS.COM - CIA menyebut bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman sebagai otak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Sumber CIA mengatakan telah mendalami bukti-bukti yang sudah ditemukan.

Arab Saudi membantah hal itu dan bersikeras jika Putra Mahkota tidak tahu menahu rencana pembunuhan tersebut.

Dilansir Tribunnews.com dari BBC pada Sabtu (17/11/2018), Wakil Presiden AS, Mike Pence mengatakan jika dirinya bersumpah akan meminta pertanggung jawaban bagi para pembunuh Khashoggi.

Baca: Pembunuh Jamal Khashoggi Direkomendasikan Hukuman Mati oleh Jaksa Agung Arab Saudi

Ditemui di sela-sela pertemuan pada Sabtu (17/11/2018), Mike mengatakan jika dirinya bertekad untuk menahan semua orang yang bertanggung jawab atas tewasnya Khashoggi.

Khashoggi dibunuh di Konsulat Arab Saudi yang berada di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu.

Hingga kini jenazahnya belum ditemukan.

Turki menyebut jika pembunuhan tersebut berasal dari tingkat tertinggi.

Baca: Pangeran Arab Diduga Minta Israel Serang Gaza, Alihkan Dunia dari Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

The Washington Post, tempat Khashoggi bekerja, mengatakan penilaian CIA tersebut didasarkan pada panggilan telepon yang dibuat oleh saudara laki-laki sang Putra Mahkota, Pangeran Khaled bin Salman.

Pangeran Khaled bin Salman yang menjadi Duta Besar Arab Saudi untuk AS diduga memanggil Khashoggi untuk bertemu dengan saudaranya dan memberinya jaminan bahwa dia akan aman pergi ke Konsulat.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas