Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Selandia Baru : Masa Kecil hingga Tertarik pada Senjata Api

Salah satu pelaku penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, teridentifikasi bernama Brenton Tarrant (28).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Daryono
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Sosok Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Selandia Baru : Masa Kecil hingga Tertarik pada Senjata Api
Heavy.com
Brenton Tarrant, pria biadab yang melakukan aksi penembakan brutal para jamaah Salat Jumat di Selandia Baru. 

TRIBUNNEWS.COM - Kepolisian Selandia Baru telah menangkap tiga pria dan seorang wanita yang diyakini sebagai pelaku aksi penembakan di dua masjid di Kota Christchurch.

Salah satu pelaku penembakan teridentifikasi bernama Brenton Tarrant (28).

Berikut Tribunnews.com mengulas tentang sosok Brenton Tarrant:

1. Masa Kecil dan Keluarganya

Dikutip dari laman Mirror.co.uk, Tarrant telah bekerja sebagai pelatih pribadi di Australia, menurut berita ABC.

Supremasi kulit putih menggambarkan dirinya dalam manifesto sebagai 'orang kulit putih biasa'.

Rekaman itu diduga disiarkan langsung oleh pelaku penembakan di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).
Rekaman itu diduga disiarkan langsung oleh pelaku penembakan di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). ((Newshub))

Ia lahir di Australia dari kelas pekerja, keluarga berpenghasilan rendah.

Baca: Korban Selamat Penembakan di Selandia Baru Lega Tak Ajak Anak-anaknya Jumatan

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu diungkapkan Tarrant dalam manifesto 'Pengganti Hebat' yang dia pasang online sebelum pembunuhan

"Orang tua saya memiliki saham Skotlandia, Irlandia dan Inggris. Saya memiliki masa kecil yang teratur, tanpa masalah besar.

"Aku memiliki sedikit minat dalam pendidikan selama sekolahku, nyaris tidak mencapai nilai kelulusan."

"Aku hanya pria kulit putih biasa, dari keluarga biasa." 

"Siapa yang memutuskan untuk mengambil sikap untuk memastikan masa depan rakyatku," tulisnya. 

Brenton Tarrant menggambarkan dirinya sebagai orang kulit putih biasa dari keluarga biasa.

Tarrant terlahir dari sebuah keluarga kelas pekerja berpendapatan rendah.

Tracey Gray, mantan atasan Tarrant menuturkan ayah kandung Tarrant meninggal akibat sakit kanker jelang kelulusan Tarrant dari bangku sekolah menengah atas.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas