Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ungkap Prostitusi Sebatang Korek Api, Prenjak Melaju di Festival Film Cannes 2016

Scene awal dalam film ini menggambarkan apa yang dulu kerap terjadi di alun-alun Yogyakarta di era 1980-1990 an.

Ungkap Prostitusi Sebatang Korek Api, Prenjak Melaju di Festival Film Cannes 2016
Tribun Bali/Cisilia Agustina
Wregas Bhanuteja saat pemutaran 5 filmnya, termasuk film Prenjak yang memenangkan Festival Film Cannes 2016, Perancis, pada film program di Ubud Writers And Readers Festival, Gianyar, Minggu (30/10/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, GIANYAR - Tahun 1980-1990-an, korek api tidak sekadar berfungsi sebagai alat penerang, di Alun-alun Jogjakarta kala itu, korek api difungsikan sebagai media praktik prostitusi.

Sebutlah Diah, tokoh perempuan dalam film berdurasi 12 menit ini.

Dalam situasi ekonomi yang sulit saat itu, ia membutuhkan uang segera. Kepada temannya, Jarwo, ia menawarkan korek api.

Tujuannya agar Jarwo bisa melihat alat vitalnya. Diah menjual sebatang korek api seharga Rp 10 ribu.

“Ini korek api, sebatang aku jual Rp 10 ribu,” ujar Diah dalam dialog berbahasa Jawa.

Dengan satu batang korek api tersebut, Jarwo ditawari kesempatan melihat alat kelaminnya. Dengan melepas celana dalam, secara tersirat, Diah mengarahkan Jarwo ke bawah meja.

“Boleh dilihat, tapi tidak boleh disentuh,” lanjut Diah. Hingga kemudian Jarwo mengambil kesempatan tersebut, dengan sebatang korek api yang ia nyalakan di bawah meja untuk melihat “barang” Diah.

Tentu nyala sebatang korek api tidak seberapa lama. Hingga kemudian Jarwo menghabiskan 4 batang korek api, dan Diah mendapatkan uang Rp 40 ribu yang ia perlukan.

Scene awal dalam film ini menggambarkan apa yang dulu kerap terjadi di alun-alun Yogyakarta di era 1980-1990 an.

Dengan harga per batang korek yang jauh lebih murah saat itu Rp 1000.

Halaman
123
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas