Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

National Costume Bunga Jelitha Ibrani Tak Seberat yang Dipakai Kezia Warouw Tahun Lalu

nggak usah takut, (kostum) ini nggak akan berat, (karena) ini (dari) kertas," ujar Rinaldy

National Costume Bunga Jelitha Ibrani Tak Seberat yang Dipakai Kezia Warouw Tahun Lalu
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani saat memamerkan National Costume bertema 'Warrior of Orang Utan' karya desainer ternama Rinaldy Yunardi, di Sasono Wiwoho Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017), yang nantinya akan ia kenakan di ajang pemilihan ratu sejagad Miss Universe 2017. 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Desainer aksesoris ternama Rinaldy Yunardi menyebut karya National Costume rancangannya untuk Puteri Indonesia 2017 berbeda dengan rancangan Dynand Fariz yang dikenakan oleh Puteri Indonesia 2016.
 
Ia mengatakan pada Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani agar tidak khawatir dengan National Costume yang akan dikenakannya pada ajang Miss Universe 2017.
 
Karena menurutnya, kostum bertema 'Warrior of Orang Utan' itu tidak memiliki berat yang akan menyulitkannya dalam berjalan di atas panggung.
 
Hal itu lantaran material yang digunakan dalam pembuatan National Costume sebagian besar menggunakan kertas daur ulang.
 
"Aku ngomong (sama Bunga), 'nggak usah takut, (kostum) ini nggak akan berat, (karena) ini (dari) kertas," ujar Rinaldy, saat ditemui di Sasono Wiwoho Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).
 
Kendati demikian, ia tidak memungkiri bahwa tentunya jika kertas-kertas tersebut ditumpuk, maka bebannya akan menjadi agak berat.
 
Namun ia yakin National Costume itu tidak akan menyulitkan Bunga saat berjalan memamerkan kostum tersebut di hadapan dunia.
 
"Ya memang banyak detail-detail itu, tapi ya namanya kertas kalau ditumpuk jadi berat dikit ya," jelas Rinaldy.
 
Lebih lanjut Rinaldy menambahkan, Bunga telah mempercayakan pembuatan National Costume itu padanya sejak fitting kostum untuk kali pertama.
 
"Saat fitting pertama, Bunga udah lihat , tapi dia udah percaya sama saya sih," kata Rinaldy.
 
Ia kemudian menegaskan, dirinya tidak mungkin membuat kostum yang menyulitkan gerak tubuh Bunga yang dikenal sebagai wanita energik.
 
Selain itu, jika terlalu berat juga akan membuat kostum tersebut sulit dibawa ke luar negeri. 
 
"Nggak mungkinlah saya membuat karya untuk (dikenakan) di luar (negeri) ini yang berat, kan nggak bisa dibawa ya," tegas Rinaldy.
 
Tentunya Rinaldy kembali menegaskan, dirinya juga mempertimbangkan aura yang harus terpancar dari wajah Bunga saat mengenakan kostum rancangannya.
 
Ia tidak ingin aura wanita yang memiliki tinggi 180 cm itu tidak terpancar dan tampil tidak maksimal karena sibuk dengan apa yang dikenakannya pada ajang tersebut.
 
"Karena dia harus membawa aura, kalau sesuatu sampai sangat mengganggu gerak dia atau menahan (gerak tubuhnya), pasti dia nggak bisa all out," papar Rinaldy.
 
Desainer yang namanya telah dikenal di dunia internasional itu menuturkan bahwa Bunga nyaman mengenakan kostum rancangannya.
 
Bunga pun tampak seperti wanita kuat saat mengenakan kostum yang memiliki filosofi kekayaan alam dan fauna Indonesia.
 
"Tapi tadi kita lihat kan, dia begitu strong saat membawakan seorang warrior, ya dia bilang 'ok, nggak ada masalah'," pungkas Rinaldy.
 
Sebelumnya pada ajang Miss Universe tahun lalu, Puteri Indonesia 2016 Kezia Roslin Cikita Warouw mengenakan National Costume bertema 'Unity Nation' yang dirancang oleh Dynand Fariz.
 
Kostum tersebut memiliki berst mencapai 20 kg dan pernah diikutsertakan dalam Jember Fashion Carnaval 2016 lalu.
 
Nantinya, dalam ajang Miss Universe 2017 yang akan digelar di Las Vegas, Amerika Serikat itu, Puteri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani akan mengenakan sejumlah busana memukau rancangan desainer ternama Indonesia.
 
Mulai dari 'Dewaraja' dari Iwan Tirta Private Collection, 'Magical Flower' yang dirancang oleh Andreas Odang, 'Powerful Red' karya Yogi Pratama, 'Kebaya' hasil rancangan Intan Avantie.
 
Hingga 'Bunga Cino' karya Ivan Gunawan, serta tentunya National Costume bertema 'Warrior of Orang Utan' hasil rancangan desainer fenomenal Rinaldy Yunardi.
 
 
 

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas