Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Penjelasan Produser Soal Karakter Penjahat di Naura & Genk Juara

Film Naura & Genk Juara, dituding mendiskreditkan Islam melalui dialog yang disampaikan oleh karakter penjahat dalam film.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nurul Hanna
zoom-in Penjelasan Produser Soal Karakter Penjahat di Naura & Genk Juara
naura & genk juara 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Film Naura & Genk Juara, ditudin tidak mendidik lantaran dialog yang disampaikan oleh karakter penjahat dalam film. Amalia Prabowo, produser film drama musikal tersebut memberikan penjelasan.

Dikatakan Amalia, dialog yang diutarakan karakter penjahat tersebut tidak tertulis dalam naskah.

"Pada saat kami syuting itu kan natural dan improvisasi. Ada beberapa kata-kata yang spontan tidak dalam naskah," kata Amalia dalam jumpa pers di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017).

Menurut Amalia pula, saat syuting para pemain pun menjalin keakraban sesama pemain.

Baca: Kata Kak Seto, Naura & Genk Juara Hadir Segarkan Kehausan Film Anak-anak

Oleh sebab itu, improvisasi atau kalimat spontan kerap terlontar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Itu spontan. Karena kami berkumpul lebih dari 23 hari bersama sama dan anak anak ini sangat akrab. Kita reunian kemarin bareng. Jadi udah kayak syuting yang nyaman saja gitu," lanjut Amalia.

Sementara itu, terkait karakter penjahat yang memiliki jenggot, sebelumnya pihak rumah produksi sudah melakukan riset dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dengan sejumlah anak.

Produser Film Naura & Genk Juara, Amalia Prabowo ditemui usai jumpa pers di kawasan Kasablanka,  Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017).
Produser Film Naura & Genk Juara, Amalia Prabowo ditemui usai jumpa pers di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017). (Tribunnews.com/Nurul Hanna)

Penampilan karakter penjahat yang akhirnya dimasukkan ke dalam film tersebut, dianggap menggambarkan karakter penjahat menurut pandangan anak-anak.

"Kami melakukan diskusi sebelum dan sesudah. Ya anak anak (melihat orang) jahat yah begitu. Kepingin semuanya (unsur cerita) untuk anak-anak. Saat gala premier 3 orang (penjahat) itu jadi favorit itu karena anak anak jadi memang sebetulnya tidak ada maksud negatif," lanjutnya.

Amalia juga mengungkap film ini tidak mendapatkan kewajiban untuk revisi lembaga sensor film.

Proses casting pemain hingga pengeditan gambar, menghabiskan waktu sekira satu tahun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas