Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Titi Rajo Bintang Tidak Setuju Poligami yang Rugikan Perempuan

Titi menyarankan perlu dikaji ulang untuk merevisi UU Perkawinan Tahun 1974 yang menjadi celah praktik poligami di Indonesia

Titi Rajo Bintang Tidak Setuju Poligami yang Rugikan Perempuan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Artis peran Titi Rajo Bintang ditemui saat acara konferensi pers IBOMA 2018, di Jakarta, Rabu (14/3/2018). Titi Rajo Bintang menjadi juri pada acara ajang penghargaan bagi film terlaris. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pro dan kontra selalu mengiringi isu poligami, ada yang setuju, setuju dengan syarat dan ada yang tak setuju dengan alasan tertentu.

Nah, artis cantik Titi Rajo Bintang mengaku memiliki pendapat mengenai poligami.

Menurut Titi, poligami memang diperbolehkan untuk tujuan mulia dengan beberapa syarat.

"Poligami memang dibolehkan dalam Alquran, dengan tujuan yang mulia," kata Titi dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya, Sabtu (15/12).

Namun  riset terbaru di Indonesia, poligami ternyata berdampak negatif bagi anak-anak dan itu sangat disayangkan.

Titi menyarankan, pengkajian ulang berupa merevisi UU Perkawinan Tahun 1974 yang menjadi celah praktik poligami di Indonesia.

UU Perkawinan yang dimaksud terdapat di Pasal 3 Ayat (2), yang mana pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Baca: PSI Sudah Tanamkan Kultur Anti Poligami di Internal Partai

"Tapi kalau ternyata riset LBH (APIK) menunjukkan bahwa ternyata (poligami) ini berujung pada ketidakadilan dan membuat anak-anak jadi terlantar," ujar dia.

"Harus ada pengkajian ulang (UU Perkawinan). (Tetapi) tanpa mengabaikan ajaran agama tapi juga jangan jadi merendahkan manusia,"  kata dia.

Isu poligami ini 'memanas' setelah Grace Natalie mengutip riset dari LBH APIK tentang poligami yang menyimpulkan bahwa pada umumnya, praktik poligami menyebabkan ketidakadilan: perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan.

"Karena itu, kami tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai kami yang boleh mempraktikkan poligami. Apakah kalian akan rela jika ibu kalian diduakan? Apakah Bro and Sis rela jika kakak atau adik Bro and Sis dimadu? Apakah Bro and Sis rela jika anak Bro and Sis menjadi istri kedua atau ketiga? Tidak, kita pasti tidak rela!," katanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas