Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

RUU Permusikan

Mengapa RUU Permusikan Dikritik? Yuk Kupas Isinya, Ada Pasal Karet yang Dinilai Hambat Kreativitas

Sebanyak 262 pekerja musik, membentuk Koalisi Nasional Tolak Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan. Ada 19 Pasal yang dianggap bermasalah.

Mengapa RUU Permusikan Dikritik? Yuk Kupas Isinya, Ada Pasal Karet yang Dinilai Hambat Kreativitas
Instagram/@rarasekar
Empat Poin yang Disoroti Koalisi Nasional untuk Kritik RUU Permusikan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 262 pekerja musik, membentuk Koalisi Nasional Tolak Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan. Ada 19 Pasal yang dianggap bermasalah.

Selain itu, RUU Permusikan dinilai tumpang tindih dengan beberapa Undang-Undang (UU) yang sudah ada, yakni UU Hak Cipta, UU Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, dan UU ITE.

RUU ini juga dinilai bertolak belakang dengan UU Pemajuan Kebudayaan, serta bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi.

Penyanyi Rara Sekar, berpendapat, ada banyak ketidakjelasan redaksional atau bunyi Pasal dalam RUU Permusikan.

“Ketidakjelasan “siapa” dan “apa” yang diatur, hingga persoalan mendasar atas jaminan kebebasan berekspresi dalam bermusik” katanya.

Baca: Gaduh RUU Permusikan Indonesia Dikomentari Professor Musik Amerika Serikat

Dari 19 pasal yang dinilai bermasalah, termasuk pula Pasal 5 yang dianggap merupakan pasal karet.

Pasal ini melarang pekerja musik membuat karya yang memprovokasi, menistakan agama, serta mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum.

Beberapa musisi berpendapat, ini mengingatkan kembali batasan untuk berkarya saat Orde Baru.

“Pasal karet seperti ini membukakan ruang bagi kelompok penguasa atau siapapun untuk mempersekusi proses kreasi yang tidak mereka sukai” kata Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca.

Halaman
12
Penulis: Nurul Hanna
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas