Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ramon Y Tungka Harapkan Ekspresi Jujur Penonton Saat Saksikan Film Martabak Bangka

Ramon Y Tungka bintangi film Martabak Bangka. Perannya sebagai Jaya, penerus bisnis martabak yang dikembangkan oleh Koh Acun, yang orang asli Bangka.

Ramon Y Tungka Harapkan Ekspresi Jujur Penonton Saat Saksikan Film Martabak Bangka
Istimewa
Ramon Y Tungka dalam adegan film Martabak Bangka. 

TRIBUNNEWS.COM - Ramon Y Tungka membintangi film Martabak Bangka. Perannya sebagai Jaya, penerus bisnis martabak yang dikembangkan oleh Koh Acun, yang orang asli Bangka.

Ekspektasinya saat nonton bareng film yang diproduser Arbi Leo, di Summarecon Serpong beberapa hari lalu, tak muluk-muluk. 

"Gua sih enggak ngejar jutaan penonton. Lebih baik yang menonton sedikit, tapi dia memberikan ekspresi jujur. Ketawa ya ketawa, sedih ya sedih," ucap Ramon Y Tungka.

Sejauh ini, ia puas melihat ekspresi penonton. Apalagi saat mereka tertawa.

"Buat gua itu penting," lanjutnya.

Baca: Ramon Y. Tungka Mengalami Sulitnya Membuat Martabak Bangka yang Lezat

Baca: Pertama Kali Cicipi Martabak Bikinan Ramon Y Tungka, Kru Film Maratabak Bangka Bilang Begini

Baca: Lamaran Batal, Vicky Prasetyo Cemas Sahila Hisyam Tak Gubris Telepon Darinya

Memerankan karakter Jaya, menurut Ramon Y Tungka, membutuhkan kemampuan akting.

"Percuma lu belajar bikin martabak sampai jago, tapi akting lu kosong. Jadi buat gua lebih baik aktingnya dulu, dalam artian yg pertama gua lakukan ya ngobrol sama sutradara, setelah itu gimana membuat lawan main gua nyaman."

"Ketika mereka bermainnya nyaman sama gua, maka mereka bisa bermain baik. Simpelnya itu pendalaman karakternya," terangnya.

Setelah itu, ia mulai melakukan hal-hal teknis. Misalnya, cara bikin martabak yang baik.

"Enggak perlu jago bikin martabaknya, yang penting aktingnya," ucapnya.

Lantas apa pesan film ini?

"Lebih kepada kemajemukan. Dalam artian, di Bangka kita lihat ada masjid dan kelenteng berdampingan. Artinya film ini menyajikan kemajemukan, itu saja," tandasnya.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas