Konser MUR Dikritik karena Tetap Digelar Jelang Pelantikan Presiden, Sandy PAS:Tanpa Sponsor Istana
Jika sejumlah konser ditunda karena alasan keamanan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Konser Musik Untuk Republik (MUR) tetap jalan.
Penulis: Bayu Indra Permana
Editor: Anita K Wardhani
Beberapa konser yang dibatalkan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Maruf Amin, menimbulkan tanda tanya di benak orang mengapa konser Musik Untuk Republik masih tetap terlaksana.
Memilih Menunda karena Alasan Keamanan
Gelaran Jakarta Rock Space, yang semula dijadwalkan akan digelar pada Minggu, 20 Oktober 2019 mendatang ditunda.
Hal itu terkait situasi keamanan, jelang pelantikan presiden dan wakil presiden.
“Terkait situasi keamanan pada masa tenang pelantukan presiden dan presiden republik Indonesia, yang akan di laksanakan pada tanggal 20 Oktober 2019 besok, maka Jakarta Rock Space, ditunda,” tulis keterangan pers Jakarta Rock Space.
Nantinya, Jakarta Rock Space dijadwalkan ulang untuk diselenggarakan pada tanggal 30 September 2019 di Livespace, SCBD, Jakarta Selatan.
Baca: Terkait Situasi Kemanan Jelang Pelantikan Presiden, Gelaran Jakarta Rock Space Ditunda
Baca: Jelang Pelantikan Presiden, Ini Deret Band dan Penyanyi Umumkan Penundaan Konser
Menurut Diani, humas Jakarta Rock Soace, pihak penyelenggara menerima pemberitahuan dari pihak Polda Metro Jaya.
“Pemberitahuan biasa terkait situasi kemanan,” kata Diani kepada Tribunnews, Sabtu, (19/10/2019).
Dalam Jakarta Rock Space, akan tampil Godbless, Edane, NTRL dan Jamrud.
Selain Jakarta Rock Space, acara musik yang ditunda karena pelantikan presiden adalah konser Tulus di Solo, Gyeonggi K-Culture FESTA 2019 dan YouTobe Fanfest 2019.
Konser Tulus Sewindu Tur itu ditunda berdasarkan putusan tentang izin keramaian umum/konser musik yang diajukan promotor Rajawali Indonesia ke Polri.
Putusan tersebut dirilis Senin (14/10/2019) terkait keamanan masa tenang menuju pelantikan Presiden RI.
"Tur Sewindu Tulus dijadwalkan ulang di tempat yang sama pada 24 Oktober 2019," tulis Anas Syahrul Alimi.