Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilih Beralih ke Produk Tembakau yang Dipanaskan

Bayu beralih ke produk tembakau yang dipanaskan setelah mencari informasi dan mendapatkan pengenalan mengenai produk tersebut

Pilih Beralih ke Produk Tembakau yang Dipanaskan
warta kota/warta kota/nur ichsan
SUPER DIDI - Bayu Oktara pada acara press screening film Super Didi di Phoenam Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/10). warta kota/nur ichsan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selebriti sekaligus penyiar radio, Bayu Oktara, menceritakan pengalamannya menggunakan produk tembakau alternatif, yakni produk tembakau yang dipanaskan, selama setahun terakhir.

Faktor kesehatan dan keluarga merupakan alasan utama Bayu berhenti merokok dan beralih ke produk tembakau yang dipanaskan.

“Saya tanya-tanya dan infonya kalau produk tembakau yang dipanaskan ini tidak ada TAR dan lebih rendah risikonya. Karena, TAR itu yang memang bahaya kan,” ucap Bayu ketika dihubungi wartawan.

Bayu beralih ke produk tembakau yang dipanaskan setelah mencari informasi dan mendapatkan pengenalan mengenai produk tersebut.

Pasalnya, produk ini baginya adalah solusi jitu yang dapat membuatnya beralih dan tidak merokok lagi.

“Alasannya beralih karena banyak pertimbangan. Pertama itu kesehatan,” kata Bayu ketika dihubungi wartawan.

Baca: Asosiasi: Industri Rokok Elektrik Bantu Tingkatkan Serapan Hasil Panen Tembakau

Baca: Awalnya Mau Mencari Bibit Magrove, Mateos Justru Temukan Tengkorak Tergantung di Cabang bakau

Baca: Tarif Cukai Hari Ini Naik 25 Persen, Harga Rokok pun Melonjak 35 Persen, Berikut Rinciannya

Saat ini, informasi yang akurat dan hasil kajian ilmiah yang mendalam mengenai produk tembakau yang dipanaskan masih sangat minim di Indonesia.

Banyak perokok dewasa yang belum memperoleh akses terhadap informasi tersebut, sehingga mereka tidak mengetahui bahwa terdapat produk tembakau alternatif yang memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok.

Seharusnya, pemerintah, pemerhati kesehatan publik, dan pemangku kebijakan lainnya mensosialisasikan produk tersebut sehingga perokok dewasa memiliki pilihan untuk beralih.

Bagi Bayu, setelah ia beralih dari rokok ke produk tembakau yang dipanaskan, ia merasakan perubahan positif pada kondisi fisiknya, dibandingkan saat merokok.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas